Pati, Mitrapost.com – Lahan pertanian seluas 4.000 hektar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kekeringan imbas musim kemarau selama tahun 2026 ini. Kondisi tersebut juga memengaruhi musim tanam (MT) pertama.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menyampaikan bahwa luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2026 ini, upaya penyelamatannya sedikit terlambat.
“Untuk luasan saat ini masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Cuman memang karena kemarin upaya penyelamatannya agak terlambat. Sehingga memang yang terdampak kemarin, kalau pada saat penyelamatan pertama ada sekitar 4.000 hektar,” jelas Ratri.
Ia mengatakan, Dispertan Pati baru melakukan perhitungan terhadap kerugian yang dialami masing-masing petani akibat kekeringan melanda 4.000 hektar lahan tersebut.
“Kalau kerugiannya masih dihitung di masing-masing petani. Karena mundurnya musim tanam, sehingga kemungkinan besar akan mengakibatkan keuntungan yang mungkin akan tertunda,” terangnya.
Dia berujar, kekeringan mempengaruhi MT 1 di Kabupaten Pati. Sebelumnya, MT 1 telah dijadwalkan pada tanggal 15 September, akan tetapi hingga Kamis (22/10/2026) belum juga turun hujan, sehingga petani belum melakukan penanaman.
“Kemarin kesepakatan tanggal 15 September untuk MT 1, tapi karena cuaca ini sampai saat ini di tanggal 22 Oktober masih (kekeringan), belum bisa melakukan penanaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, kemarau panjang juga berdampak terhadap capaian luas panen di Kabupaten Pati.
“Periode yang sama Januari sampai Oktober 2025 dibandingkan dengan periode Januari sampai Oktober 2026 kita sudah ada minus 5.000 hektar luas lahan panen,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




