Mitrapost.com – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), diketahui menjadi daerah tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terkait dengan banyaknya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam hal ini, seorang bayi di bawah lima tahun (balita), tepatnya berusia 2 tahun 4 bulan 8 hari asal Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba dilaporkan meninggal dunia akibat ISPA.
Sebelumnya, laporan kasus kematian periode karhutla dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menyebut terkait dengan kematian balita tersebut yang berawal dari munculnya gejala batuk, demam, hingga sesak napas.
Setelah mengalami kondisi tersebut, balita itu sempat mendapatkan perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sungai Lilin, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Lilin pada 15 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB, hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 11.37 WIB.
“Ya, pasien gagal napas ec epileptikus dan bronkopneumonia,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, Jumat (23/10/2026), dikutip dari Tirto.
Menurut Ira, Kabupaten Muba tercatat sebagai daerah di Sumsel dengan kasus ISPA tertinggi kedua setelah Palembang. Pada periode 1-22 Oktober 2026, ada sebanyak 4.258 kasus ISPA di Kabupaten Muba dan Kota Palembang berada di urutan pertama dengan catatan 11.991 kasus.
Sementara itu, kasus pneumonia di Kabupaten Muba dilaporkan berada di urutan tertinggi ketiga, setelah Palembang dan Lubuklinggau, dengan catatan sebanyak 57 orang dari total 398 kasus di Sumsel sepanjang bulan Oktober 2026.
Kasus penyakit pneumonia diketahui masuk dalam kategori ISPA secara lebih luas karena mencakup seluruh infeksi akut yang dapat menyerang saluran pernapasan, baik pada bagian atas maupun dalam hingga ke jaringan paru-paru. (*)

Redaksi Mitrapost.com







