Mitrapost.com – Hujan es terjadi di Kota Palangka Raya membuat warga terkejut. Pasalnya, peristiwa itu merupakan hal yang tak biasa terjadi di sana.
Butiran seperti serpihan es batu itu turun di kawasan Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya pada Jumat (30/10/2026) sore.
Warga bernama Rini mengaku, serpihan es itu turun menghujam serasa seperti dilempari batu.
“Saya kaget kemarin itu di atas helm saya serasa dilempari batu. Ternyata hujan disertai dengan serpihan es batu,” ujarnya dilansir dari Detik.
Menangapi perihal fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara. Fenomena itu bisa terjadi karena salah satunya dipicu pemanasan matahari sejak siang hari.
Karena pemanasan matahari kuat, sehingga memicu proses konveksi atau pergerakan udara panas ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Kemudian diperkuat dengan labilitas atmosfer yang tinggi serta kelembapan udara yang signifikan.
Akhirnya, terjadi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara vertikal hingga menghasilkan potensi cuaca ekstrem.
“Kondisi ini didukung oleh labilitas atmosfer yang tinggi serta kelembapan udara yang signifikan, sehingga mendorong pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) secara agresif ke arah vertikal,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani.
Kemudian di bagian atas atmosfer ada suhu yang sangat rendah sehingga menyebabkan partikel air terbawa naik bersama arus udara membeku dan membentuk kristal es.
Selama di dalam awan, kristal es semakin besar. Saat bobotnya melebihi kekuatan arus udara yang mengangkatnya, maka butiran es akan jatuh.
Jika dalam perjalanan jatuh ke bumi, butiran es melewati lapisan udara yang hangat, maka butiran es bisa mencair sebagian. Namun untuk kristal es dengan ukuran cukup besar dengan kecepatan jatuh tinggi, bisa sampai ke tanah sebelum mencair.
“Karena ukuran kristal awal cukup besar dan kecepatan jatuhnya tinggi, es tidak sempat mencair sepenuhnya sebelum menyentuh tanah,” ujarnya.
Peristiwa yang terjadi di Palangka Raya itu disebut sebagai fenomena hujan es atau hailberskala lokal. Olah karena itu, masyarakat diimbau tak panik. (*)

Redaksi Mitrapost.com



