Rembang, Mitrapost.com – Viral sejumlah orang tiba-tiba berhamburan masuk ke sebuah klinik di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, mereka diduga pelaku tawuran yang berupaya menyelamatkan diri dari lawan dengan masuk ke klinik.
Pihak kepolisian pun buka suara. Kapolsek Kragan AKP Saefudin mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari perkelahian antarpenonton yang terjadi saat pentas dangdut di Desa Kebloran, Kecamatan Kragan, pada Kamis (29/10/2026) malam pukul 23.45 WIB.
Dalam perkelahian itu, sebanyak lima orang menjadi korban. Mereka mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Kragan I untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kronologinya bermula dari tawuran saat pentas dangdut di (Desa) Kebloran, kemarin malam, Kamis (29/10) malam. Ada lima orang yang jadi korban kan. Mengalami luka-luka. Kemudian dibawa ke Puskesmas,” ujarnya.
Lima korban berinisial MNL (21), warga Kecamatan Sedan; HBS (14), warga Kecamatan Sedan; FO (17), warga Kecamatan Lasem; SA (17), warga Kecamatan Kragan; dan MZM (17), warga Kecamatan Sedan.
“Mereka kelima ini korban semua. Saat pentas dangdut berlangsung ini ada keributan, pada saling lempar batu, saling pukul. Ada yang luka itu, kena pukulan, kena lemparan batu. Ada yang di belakang telinga, ada yang di tangan,” ujar Saefudin.
Namun kemudian teman-teman korban berdatangan. Jumlah orang yang berkumpul di sekitar UGD semakin banyak.
Situasi pun memanas dan memicu gesekan antarkelompok. Beruntung kondisi itu berhasil dilerai petugas. Pihak Puskesmas lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Kragan.
“Yang ramai (di Puskesmas Kragan I) itu karena masing-masing teman korban kan pada ikut datang ke Puskesmas. Mereka sempat terprovokasi jadi sempat ramai itu. Tapi berhasil dilerai oleh petugas,” ujarnya.
Kondisi kembali kondusif usai rekan korban membubarkan diri. Sedangkan korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Korban rawat jalan, malam itu juga boleh pulang,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







