33 Negara Imbau Warganya Stok Makanan dan Perlengkapan Darurat, Ada Apa?

Mitrapost.com – Pemerintah di sejumlah negara mengimbau warganya menyetok makanan, air, hingga perlengkapan darurat. Imbauan ini muncul terkait isu ancaman perang, cuaca ekstrem, serta keamanan siber yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Jangan menunggu keadaan darurat: bersiaplah sekarang!” tulis akun pemerintah untuk wilayah Normandia Prancis dalam pernyataan media sosial.

Setidaknya sudah ada 33 negara yang mengeluarkan anjuran tersebut dengan tingkat kesiapsiagaan yang berbeda, mulai dari stok darurat untuk tiga hari hingga lebih dari seminggu, dikutip Newsweek (2/11/2026).

Kanada, Jepang, Meksiko dan Belanda menyarankan persiapan darurat untuk jangka waktu 72 jam. Sementara, Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan untuk sekitar satu minggu, dan Jerman menyarankan persediaan hingga 10 hari.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah meminta warganya untuk menyiapkan makanan yang bertahan lama untuk menghadapi ancaman darurat tersebut.

“Saya memang suka kacang-kacangan, jadi saya punya banyak kacang-kacangan di lemari, dan sup. Saya rasa makanan-makanan itulah yang saya rekomendasikan untuk dikonsumsi orang-orang,” ujar Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, mengutip BBC.

Imbauan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Komisi Eropa sudah meluncurkan “Strategi Serikat Kesiapsiagaan” sejak Maret 2025 dalam rangka menghadapi meningkatnya ketegangan dan konflik geopolitik, serta ancaman bencana alam akibat perubahan iklim.

Meskipun mengenai jangka waktu untuk mendapatkan perbekalan berbeda-beda, panduan mengenai isi dari perlengkapan darurat relatif konsisten, yakni persediaan makanan, air, obat-obatan, baterai, senter, dan radio yang tidak mudah rusak.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sebuah memo baru-baru ini, menyebutkan bahwa pangkalan militer AS harus mampu beroperasi secara mandiri setidaknya selama tiga bulan, jika listrik dari luar terputus.

Hegseth meluncurkan inisiatif Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability (FORTRESS) dan menyebut ini sebagai “polis asuransi negara” untuk memastikan bahwa AS tetap dapat memperoleh material yang dibutuhkan, bahkan jika rantai pasokan konvensional terputus.

Adapun negara-negara yang menyampaikan imbauan persiapan darurat di antaranya, Eropa termasuk Inggris Raya, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Republik Ceko, Austria, Swiss, hingga Kroasia.

Selain itu, Amerika Utara termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Pemerintah di sejumlah negara Amerika Selatan turut mengeluarkan imbauan untuk bersiap-siap, seperti Chili, Kolombia, Argentina, dan Brasil

Serta, Afrika Selatan dan sejumlah negara di Asia, seperti Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura. Selain itu, negara Selandia Baru dan Australia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati