oleh

Jatuh Bangun Membangun Bisnis ala Bupati Rembang

Rembang, Mitrapost.com – Di tengah-tengah santri Roudlotun Nasyiin As Shiddiqiyah, Bupati Rembang, Abdul Hafidz bernostalgia saat merintis bisnis sewaktu muda.

“Saya dulu setelah SD langsung mondok Di Sarang selama 10 tahun. Di sana saya mengaji ilmu agama. Tetapi di sela-sela itu saya belajar bisnis,” ujar Abdul Hafidz saat mengisi acara talk show dalam ngaji bisnis bersama Forum UMKM, baru-baru ini.

Dorongan belajar ini didukung dari latar belakang ayahandanya, yang berprofesi sebagai pengusaha pengolah batu gamping di Daerah Rembang.”Dari pengalaman itu, pada tahun 1983 saya mulai mengolah gamping Bapak saya.” sambungnya.

Baca juga: Video : UMKM Gelar Talk Show Bareng Bupati Rembang

Baca Juga :   Rumor Beda Vaksin, Bupati Rembang: Dari Perusahaan yang Sama

Meskipun begitu Ia mengaku apa yang ditekuni tidak langsung membuahkan hasil dan kesuksesan. Meskipun demikian, Hafidz mengaku dapat belajar dari sana. “Kalau sukses tidak, tapi barokah. Artinya proses itu semakin membaik.” lanjut Hafidz.

Beliau juga memberikan wejangan untuk tetap semangat dalam menjalani bisnis. Meskipun banyak jatuh-bangun, untung-rugi menurutnya memang bagian dari risiko bisnis.” Namanya dagang, untung ruginya sudah biasa. Tapi semangatnya harus tetap ada.” lanjutnya.

Semangat inilah yang pernah beliau pegang dalam menghadapi titik terendah dalam sebuah bisnis.” Saya pernah bangkrut 3 kali. Pada tahun 1987, 1991 dan 1994. Tapi saya terus semangat.”

Baca juga: Bupati Rembang Harapkan UMKM Lebih Berkembang

Baca Juga :   Hafidz Cuti, Pemkab Rembang Kenalkan Penjabat Sementara Bupati

Hingga pada akhirnya titik itu berbalik dengan adanya krisis moneter pada tahun 1996. Usaha emas yang ditekuninya saat itu menuai untung besar. Karena harga emas yang melambung dan memberikan keuntungan hingga enam kali lipat.

“Pada tahun 1996 saya punya bus 4. Saya jual semua, kemudian tak belikan emas. Pada saat itu masih emas 1 kg seharga Rp25 ribu. Gonjang-ganjing politik saat itu akhirnya membuat harga emas naik menjadi Rp150 ribu. Akhirnya hutang saya bisa terbayar semua.” pungkasnya.

Bermula dari sanalah, sampai sekarang Hafidz masih tetap memegang dua komoditas berupa gamping dan emas sebagai usahanya saat ini.

Baca juga: 

Baca Juga :   Video : Bupati Rembang Sebut Tak Ada Beban Jalani Vaksinasi Covid-19

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Atik Zuliati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com . Mari bergabung di Grup Telegram "Mitrapostcom_Official", caranya klik link https://t.me/Mitrapostcom_Official, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Berita Terkait