oleh

Mengenal Seitan, Daging Para Vegetarian

Mitrapost.com – Diet vegan menjadi diet urutan teratas yang paling diminati mayoritas orang. Konsumsi sayuran menjadi kunci untuk menjalankan diet tersebut.

Meskipun begitu, banyak pelaku diet vegan mengonsumsi seitan sebagai pengganti daging. Mungkin seitan cukup asing di kalangan masyarakat umum. Sebenarnya apa itu seitan? Mari kita bahas.

BPKAD Pati

Setan merupakan pengganti daging yang terbuat dari gluten gandum yang terhidrasi diklaim memiliki kandungan tinggi protein dan rendah karbohidrat.

Baca juga: Kaya Manfaat, Begini Fakta Temulawak

Seitan seluruhnya terbuat dari gluten, protein utama dalam gandum, jadi ini adalah pilihan protein yang baik untuk vegetarian dan vegan. Namun jumlah proteinnya bervariasi tergantung tambahan protein lain yang ditambahkan ke dalamnya.

Satu porsi 3 ons biasanya mengandung antara 15 dan 21 gram protein, yang kira-kira setara dengan protein hewani seperti ayam atau daging sapi. Namun, meskipun seitan tinggi protein, ia tidak mengandung cukup asam amino lisin untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda.

Baca juga: Copot Bra Ketika Tidur, Begini Manfaatnya

Karena rendah lisin, asam amino esensial yang harus didapat manusia dari makanan, seitan tidak dianggap sebagai protein lengkap.

Tetapi banyak vegan dan vegetarian yang dengan mudah mengatasi masalah ini dengan mengonsumsi makanan kaya lisin, seperti kacang-kacangan, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Digadang-gadang bisa menggantikan posisi daging dalam menu makan, justru beberapa ahli mengkhawatirkan dampak negative yang mungkin timbul akibat konsumsi seitan. Pasalnya produk seluruhnya terbuat dari gluten.

Baca juga: Manfaat Konsumsi Kol Mentah

Terlebih bagi orang yang memiliki alergi dan sensitivitas terhadap gluten wajib menghindari seitan.

Lebih berbahaya lagi jika Anda mengonsumsi Seitan tanpa didampingi makanan lainnya. Anda tidak boleh mengandalkan seitan saja untuk memenuhi kebutuhan protein Anda, karena tidak mengandung semua asam amino esensial yang biasanya Anda temukan dalam protein hewani.

Selain itu, mengutip Kompas.com dari Woman’s Health, terlalu banyak konsumsi seitan itu tidak baik. Amy Shapiro, RD dan pendiri Real Nutrition mengatakan bahwa untuk mempertahankan umur simpan, merek komersial seitan sering kali mengandung natrium tinggi.

Baca juga: Manfaat Cocor Bebek dalam Dunia Pengobatan

Seitan diproduksi dengan menguleni tepung terigu dengan air untuk mengembangkan untaian protein gluten yang lengket. Adonan kemudian dibilas untuk menghilangkan semua pati.

Sehingga hanya tersisa protein gluten murni yang dapat dibumbui, dimasak dan digunakan dalam hidangan vegan atau vegetarian sebagai pengganti daging.

FDA merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 mg natrium per hari untuk menangkal tekanan darah tinggi dan gagal jantung, jadi pastikan untuk memeriksa kandungan natrium pada kemasan Anda.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait