oleh

PKS Luncurkan Paket Kuota Sinau, Dewan Pati: Semoga Menjembatani Pelajar dan Santri

Pati, Mitrapost.com – Pandemi Covid-19 yang saat ini memasuki bulan ke tujuh telah membawa dampak luar biasa di kehidupan masyarakat. Bukan hanya di sektor kesehatan tetapi juga ekonomi dan pendidikan yang juga merasakan guncangan.

Covid-19 memaksa pemerintah menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, saat PJJ menjadi salah satu solusi pencegahan Covid-19, sistem ini juga tak luput dari berbagai masalah, mulai dari keterbatasan peralatan (gawai), terbatasnya jaringan internet sampai minimnya kemampuan siswa untuk membeli kuota internet.

Menyikapi kondisi tersebut, DPD PKS Kabupaten Pati menyelenggarakan program Paket Kuota Sinau. Launching kegiatan ini bertempat di Desa Bungasrejo pada Sabtu, (5/9/2020)lalu.

“Pada acara launching program Paket Kuota Sinau ini kami laksanakan secara simbolik saja. Hanya mengundang sepuluh orang pelajar baik dari MI, SD sampai SMA dan SMK agar aman secara protokol kesehatan,” kata Ketua Panitia, Karmijan.

Kegiatan Paket Kuota Sinau ini ada dua kegiatan, yaitu pembagian kuota gratis untuk pelajar dan pembuatan semacam pojok wifi gratis di sekretariat partai maupun rumah-rumah kader PKS.

Baca juga : Madrasah Tak Diberi Kuota Internet, Dewan Pati: Tidak Boleh Ada Diskriminasi

Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Kabupaten Pati, Narso, mengapresiasi langkah DPD PKS Kabupaten Pati. Ia berharap program ini menjadi solusi di tengah berbagai permasalahan dalam sistem PJJ.

“Kami beharap program ini bisa menjembatani kesulitan para pelajar maupun santri dalam melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh, sampai program dari Kemendikbud maupun Kemenag turun dan bisa diakses masyarakat,” harap Narso.

Narso yang juga menjabat Ketua DPD PKS Kabupaten Pati menjelaskan, pada kegiatan ini nantinya panitia akan membagi 150 buah voucher kuota internet di seluruh kabupaten Pati.

“Untuk Pojok WIFI gratis kami menargetkan bulan ini terbentuk dua puluh titik yang bisa diakses masyarakat, kami berharap akses wifi gratis ini bisa dijadikan program permanen untuk percontohan semacam smart village atau desa pintar,” tandas Narso. (Adv/UH/DF/SHT)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebookinstagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed