Mitrapost.com – Usai melakukan pelarangan menggunakan layanan aplikasi TikTok, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah membertimbangkan untuk mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor pada ekspor pada Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen semikonduktor atau chip terbesar di China.
Tak hanya itu, Departemen Pertahanan AS sedang membahas tentang apakah SMIC harus ditambahkan ke daftar entitas Departemen Perdagangan, yang membatasi perusahaan tersebut untuk menerima barang tertentu yang dibuat di AS.
Baca juga: Samsung Bakal Tutup Pabrik Televisi di Cina November Mendatang
Melansir cnnindonesia.com Departemen Pertahanan AS bekerja dengan antar lembaga dalam menilai informasi yang tersedia untuk menentukan apakah tindakan SMIC masuk ke dalam Daftar Entitas Departemen Perdagangan.
Tindakan yang dilakukan pemerintahan Presiden Donald Trump ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan perusahaan teknologi China dan akan menandai eskalasi besar dalam pertempuran teknologi antara Washington dan Beijing.
Baca juga: Jajaran Fitur Baru Spotify Digadang-gadang Akan Dirilis
Jajaran pemerintahan dan pejabat AS mengeluhkan perusahaan teknologi China terikat pada pemerintahnya. Hal itu bisa berdampak pada pengumpulan informasi sensitive pengguna teknologi China untuk pemerintah China.
Melansir laman yang sama, sebuah laporan bulan lalu oleh SOS International, kontraktor pertahanan yang berbasis di Virginia mengklaim SMIC memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China. SOS juga mengatakan peneliti militer China telah mengungkapkan dalam makalah penelitian bahwa mereka menggunakan teknologi SMIC untuk memproduksi chip.
Baca juga: Mengatasi Ponsel Yang Lemot Seiring Bertambahnya Usia
Namun tudingan tersebut dibantah oleh SMIC. Perusahaan mengklaim hanya menyediakan layanan untuk pengguna akhir sipil dan komersial.
Melansir cnnindonesia.com dari CNA, rencana pembatasan ekspor oleh Departemen Pertahanan AS dinilai dapat menghancurkan harapan China untuk mengembangkan industri semikonduktor mandiri melalui SMIC. Tak hanya itu, tindakan itu bisa semakin meningkatkan pertengkaran China-AS.
Baca juga:
- Microsoft Luncurkan Alat Deteksi Untuk Lawan Berita Hoaks
- Game Era 90-an Ini Bisa Dinikmati di Android
- Lego Luncurkan Produk Braille Bricks Bagi Penyandang Tuna Netra
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter
Redaktur: Atik Zuliati
Redaksi Mitrapost.com






