oleh

Mahasiswa UPGRIS Melangsungkan KKN di SDN Dukuhsalam 01 Kabupaten Tegal.

Tegal, Mitrapost.com – Satu bulan lamanya, mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN Dukuhsalam 01, Kabupaten Tegal. KKN tersebut berlangsung sejak 17 Agustus hingga 17 September 2020.

Dalam pelaksanaanya, mahasiswa tersebut mengajarkan berbagai hal kepada pelajar di SD itu. Salah satunya adalah pendampingan belajar baik luring maupun daring, di sekolah maupun di rumah.

Baca juga: Siswi Terkonfirmasi Positif Covid-19, Simulasi Sekolah Tatap Muka di MAN Kota Tegal Ditutup

Salah satu Mahasiswa kelompok KKN-T Covid-19 Literasi dan Numerasi, Rizal Syekhudin mengatakan pihaknya sangat bersyukur karena Kabupaten Tegal zona hijau di tengah pandemi Covid-19 ini. Sehingga masih aman untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran.

“Kebetulan di sini alhamdulillah zona hijau dan boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka. Nanum hanya 50%  yakni maksimalkan 16 siswa dalam satu kelas dan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Jateng Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Perasaan Siswa SMA Tegal

Sebelum mengikuti pembelajaran, siswa di cek suhu tubuhnya dan wajib mengenakan masker serta mencuci tangan. Selain itu juga tidak diperbolehkan ada pedagang di sekolah dan juga tidak ada jam istirahat.

“Jadi walaupun zona hijau kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Pelajar dan guru pun ketika masuk kawasan sekolah wajib cek suhu badan, memakai masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Baca juga: Penambahan Kasus Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal

Ia menambahkan, beberapa materi penerapan pola hidup sehat dan bersih diberikan selama sebulan di sana. Mulai dari pengenalan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) khususnya mencuci tangan. Kemudian pengenalan kehidupan new normal dan pelatihan pembuatan desinfektan secara mudah dan efisien.

“Untuk puncak kegiatan ini ada webinar dengan tema belajar matematika dan hambatannya di masa pandemi Covid-19. Tema ini diangkat dari masalah orang tua dan guru dalam mengajarkan mata pelajaran matematika khususnya untuk siswa SD di masa pandemi seperti ini,” pungkasnya. (Adv/AZ/SHT)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebookinstagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed