oleh

Pupuk Subsidi Tinggal 20 Persen, Dispertan Pati Minta Petani Buat Pupuk Organik

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati meminta petani untuk membuat pupuk organik sendiri. Pembuatan pupuk organik secara mandiri ini diperlukan mengingat menipisnya pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Muchtar Efendi, mengungkapkan hingga bulan Agustus 2020, stok pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Pati tinggal 20 persen dari kebutuhan.

Hal ini terjadi karena anggaran dari Pemerintah Pusat untuk subsidi pupuk minim. Maka dari itu pihaknya mendorong petani untuk mandiri dalam memecahkan permasalahan ini.

Muchtar Efendi meminta petani di Kabupaten Pati menggunakan pupuk non subsidi atau membuat pupuk organik. Ia berharap para petani memahami keterbatasan pupuk bersubsidi ini.

Baca juga : Permudah Petani, Dispertan Pati Pinjamkan Alat Panen

“Harus ada pemahaman dari petani bahwa ada keterbatasan, pupuk subsidi memang kurang. Harapannya dengan adanya swadaya sendiri. Petani harus menggunakan pupuk sendiri yaitu non subsidi atau membuat pupuk organik sendiri ,” kata Muchtar Efendi saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, pekan lalu.

Menurutnya dengan membuat pupuk organik para petani akan mendapatkan berbagai manfaat. Selain dapat dijadikan pupuk, pupuk organik juga dapat mengurangi sampah rumah tangga.

Selain itu, pupuk organik juga dapat memperbaiki kualitas tanah dibandingkan pupuk anorganik.

“Memanfaatkan limbah yang ada, pupuk organik juga sebagai pertanian berbasis lingkungan. Dia kan juga bisa memperbaiki struktur, tekstur hara tanah di bandingkan pupuk anorganik,” tandasnya. (*)

Baca juga :

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Berita Terkait