oleh

Ini Alasan Biaya Tanam Bawang Merah di Musim Kemarau Lebih Mahal

Pati, Mitrapost.com Petani bawang merah di Kabupaten Pati mengungkapkan biaya tanam di musim kemarau mengalami kenaikan dibandingkan musim penghujan.

Padahal harga jual di musim penghujan jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual di musim kemarau. Hal ini mengakibatkan omzet petani bawang mengalami penurunan.

“Kalau musim panas gini biaya bertani bawang merah tinggi,” ujar Tiyo, petani bawang merah dari Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengungkapkan alasan mengapa biaya tanam di musim kemarau lebih tinggi dari pada musim penghujan.

Baca juga: Keluhan Petani Bawang Pati : Ongkos Naik, Harga Jual Turun

Anggota DPRD Kabupaten Pati Narso mengatakan risiko menanam di musim kemarau mahal karena kebanyakan lahan di Kabupaten Pati adalah lahan tadah hujan yang mengandalkan curah hujan.

“Jadi memang resiko musim tanam kedua biaya di lahan tadah hujan memang lebih mahal. Karena seperti kita ketahui mayoritas lahan pertanian kita tadah hujan. Termasuk petani tadi di Langgenharjo itu tadah hujan,” kata politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hal ini mengakibatkan adanya tambahan pengairan agar lahan petani tidak kering di musim kemarau.

“Sementara di musim tanam kedua dan ketiga itu penggiliran air di Gunungrowo, dengan demikian memang biaya produksinya tambah,” lanjut Narso.

Selain itu, katanya, di musim kemarau banyak hama yang bermunculan. Hal inilah yang membuat biaya tanam lebih mahal dari pada musim penghujan.

“Di samping, musim kemarau atau musim pancaroba itu banyak hama terutama serangga yang cukup banyak mengeluarkan biaya juga untuk penanganan,” tandasnya. (Adv/UH//UP/SHT)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed