oleh

Serapan Anggaran Terendah, 3 OPD Pati Harus Kenakan Rompi dari Bupati

Pati, Mitrapost.com – Terdapat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati dengan serapan anggaran terendah di Triwulan ke-III 2020. Ketiga OPD tersebut adalah Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika), dan Dinporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, Turi Atmoko.

Baca juga: BPKAD Optimis Tahun Depan PAD Pati Kembali Stabil

“Semua OPD punya rencana (anggaran belanja). Di Triwulan ketiga, yang terlalu jauh dari rencana ada 3 OPD. Disdugcapil penyerapan anggarannya rendah, kemudian Diskominfo capaiannya sedang tapi mendekati rendah mepet-mepet, dan Dinporapar juga rendah,” kata Turi kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya beberapa waktu yang lalu.

Secara umum, melesetnya realisasi serapan anggaran disebabkan pada dua faktor. Di antaranya lantaran pemberlakuan aturan social distancing yang membatasi aktivitas OPD, sedangkan faktor yang lain disebabkan perencanaan anggaran dari OPD yang asal-asalan.

Baca juga: Video: BPKAD: Pemilik Sertifikat Pasar Sleko Lama Tetap Akan Kena Pajak dan Denda

Misal seperti Dinporapar, Turi mengatakan lantaran Dinas tersebut kegiatannya didominasi dengan gelaran turnamen daerah dan luar daerah, sedangkan seluruh turnamen nasional dihentikan. Spontan pihaknya tak bisa menggunakan anggaran secara maksimal.

Hal serupa juga dialami oleh Disdukcapil, karena pemberlakuan social distancing berbagai kunjungan luar dan kegiatan juga terhenti.

Baca juga: Maksimalkan PAD Pati, BPKAD Pasang Alat Monitoring Pajak Daerah

Beda kasus dengan Diskominfo, Turi mengungkapkan, dalam pembangunan gedung sentral server tidak bisa rampung sesuai yang direncanakan sehingga belum bisa membayar pihak ketiga.

Bupati Pati memberikan hukuman kepada 3 OPD terkait berupa menggunakan rompi bertuliskan “OPD Penyerapan Anggaran rendah” selama 3 bulan ke depan.

“Untuk motivasi, kepala bidang, subbidang OPD dalam berkegiatan agar direncanakan dengan baik. Seringnya OPD menyusun rencana asal-asalan. Nanti tidak dilaksanakan, sejak awal kita sudah beritahu, susunan rencana harus tepat dan anggaran kas disesuaikan kebutuhan,” pungkas Turi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed