oleh

Jateng Ekspor 100 Ton Porang, Dintanpan Rembang Minta Pendampingan Budidaya

Rembang, Mitrapost.com Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Rembang mulai mengekspor komoditas porang (konjac putih) atau juga disebut iles-iles dengan total 100 ton pada bulan November.

Pelepasan secara simbolis ekspor porang ke Vietnam ini dilakukan oleh Kabid Penyuluhan pasca panen dan bina usaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Farid Mufti, Kepala Balai karantina wilayah 1  Semarang Robert Parlin Sitanggang  serta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswato di desa Sidomulyo Kecamatan Sedan pada pada Kamis (12/11/2020).

Kabid Penyuluhan pasca panen dan bina usaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Farid Mufti mengatakan porang sampai saat ini masih menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Jawa Tengah.

“Kebutuhan porang di Jawa Tengah juga masih tinggi sekitar 200 ton per bulan,” ujar Farid.

Selain porang pihaknya juga berharap mampu melakukan ekspor dari komoditas lain yang ada di Jawa Tengah. Namun, hal tersebut mebutuhkan bimbingan dari Balai Karantina Jawa Tengah.

“Kami membutuhkan bimbingan dari Balai Karantina Jawa Tengah dalam kegiatan ekspor, bukan hanya porang saja, tapi kami mengharapkan ekspor buah-buahan melalui Jawa Tengah, karena ini baru kopi, porang, kacang-kacangan dan untuk sayuran baru beberapa item saja,” katanya.

Baca juga: Ekspor Ikan Jadi Tumpuan Sektor Ekonomi di Rembang

Budidaya porang ini juga mendapat dukungan dari Plt Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto. Terlebih pangsa pasarnya masih terbuka luas untuk ekspor. Hal ini karena selain digunakan menjadi bahan pangan, porang juga digunakan untuk bahan kosmetik, dan lem.

Saat ini porang masih didapatkan dari “mbolang” atau masih tumbuh liar di berbagai wilayah Rembang. Masih sedikit sekali yang membudidayakan.

“Tadi saya meminta Mas Desti (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan teman-teman PPL yang membidangi, untuk segera mengkalkulasi berapa kapasitas sesungguhnya di Rembang. Kemudian lahan yang potensial untuk porang. Kami Dinas harus mengambil peran aktif, mendorong petani kita untuk menjajaki porang putih ini,” ujarnya.

Achmad Shobirin, mitra eksportir porang putih asli Sedan ini menyebutkan hari ini, Jumat (13/11/2020), 15 ton iles- iles yang diekspor. Dari 15 ton itu, iles- iles dari Rembang kisaran 10 persennya, sedangkan sisanya dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Baca juga: Produksi Hampir 10 Juta Ton, Jateng Dapat Penghargaan Produsen Beras Tertinggi

Ia menyebutkan permintaan iles-iles untuk ekspor sangat besar, yakni sekitar 500 ton per bulan dalam bentuk chips atau yang kering dan sudah di iris tipis. Sementara Rembang baru mampu menyuplai 7 ton per minggu.

“Iles- iles Rembang sendiri ini didapat dari Gunem, Woro, Sumber, ada yang dari gunung sebelah desa nggedur, yang lain masih banyak liaran. Kalau yang budi daya masih belum panen, dipanen mungkin musim depan ini, sekitar 1 sampai 3 hektar. ”

Kabupaten Rembang sebenarnya telah ikut menyuplai porang putih ini sudah lama. Tanaman jenis umbi- umbian ini dapat tumbuh di bawah tegakan, atau bagus di tanah yang marginal dan dapat dipanen minimal 7 bulanan setelah ditanam.

Untuk harga jualnya 1 kilogram iles- iles dalam bentuk chip kering atau dioven Rp 20 ribu – Rp 23 ribu. Yang paling rendah harga jual Rp. 12 ribu/ kg. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Berita Terkait