Memasuki Musim Penghujan, Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana

Rembang, Mitrapost.com – Memasuki musim penghujan, Plt Kepala BPBD Rembang, Budi Asmara mengimbau masyarakat Kabupaten Rembang untuk mengantisipasi potensi bencana. Pasalnya, bencana banjir dan angin kencang kerap terjadi di Rembang di musim penghujan.

“Saya harap dengan kita memasuki musim hujan ini warga rembang bisa lebih waspada,” katanya kepada Mitrapost.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: BPBD Rembang Prediksi Kekeringan Berlangsung Hingga Desember

Seperti peristiwa Kamis sore (19/11/2020) pukul 17.05 WIB kemarin, pohon tumbang di dua lokasi yaitu Kecamatan Bulu, tepatnya di depan polsek Bulu dan titik kedua di jalan panturan Rembang-Lasem Kecamatan Rembang tepatnya di Desa Pandean. Kejadian tersebut berlangsung setelah hujan lebat dan angin kencang yang mengguyur Rembang.

Baca Juga :   Semua Kecamatan di Kabupaten Rembang Berpotensi Kekeringan

Menurut keterangan BPBD Rembang, kejadian tersebut disebabkan oleh intensitas hujan dan angin yang tinggi. Terlebih rata-rata pohon-pohon tersebut berusia tua hingga menyebabkan lapuk dan akar-akar pohon tak bisa menahan terpaan hujan disertai angin yang bertiup kencang.

Baca juga: Mengalami Kekeringan, BPBD Rembang Salurkan Air Bersih ke 11 Kecamatan

Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun kerugian yang menimpa warga dalam kejadian tersebut. Namun, akibat pohon tumbang di Kecamatan Bulu ini membuat jaringan listrik di wilayah polsek Bulu terputus.

Budi mengingatkan para warga agar tetap waspada adanya kemungkinan kembali terjadi bencana serupa di wilayah Rembang. Mengingat menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini, bencana alam seperti angin puting beliung masih sangat mungkin terjadi.

Baca Juga :   BPBD Rembang Prediksi Kekeringan Berlangsung Hingga Desember

Baca juga: BPBD Rencanakan 1.500 Tangki untuk Menghadapi Kekeringan di Rembang

Ia juga mengimbau masyarakat untuk sering melakukan gotong royong dan membersihkan lingkungan.

“Saya minta warga melakukan bersih-beraih di saluran air, di lingkungannya masing-masing, biar air tidak terhambat dan meluap dipermukiman,” tambah Budi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati