oleh

Zona Merah Terlama Se-Indonesia, Satgas Covid-19 Pati Fokus Kecamatan hingga Desa

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati Haryanto mengungkapkan Bumi Mina Tani menjadi daerah yang terlama dengan status zona merah, yakni 11 pekan.

Ia tak mengetahui kenapa hal ini terjadi, padahal pihaknya telah malakukan berbagai upaya untuk penanganan Covid-19. Di antaranya gerakan memakai masker hingga pemberlakuan jam malam yang sementara ini diberhentikan.

Selain itu, menurutnya, kabupaten/kota yang lainnya masuk zona merah hanya kisaran 3 minggu hingga 5 minggu.

“Kabupaten Pati dinyatakan zona merah terlama tingkat nasional. Kalau daerah lain itu biasanya 3 minggu sampai 5 minggu. Kalau di Kabupaten Pati ini 11 minggu,” ungkapnya dalam Rapat  Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati di Pendopo, Senin (23/11/2020).

Baca Juga :   3 PPL Positif Covid-19, Program BPP Margoyoso Dibantu PPL Swadaya

Baca juga: Pati Zona Merah, Bupati Kaji Pemberlakuan Jam Malam Kembali

Maka dari itu, dalam rapat yang dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Pati ini, Haryanto menginstruksikan jajarannya untuk fokus penangangan Covid-19 di kecamatan hingga desa.

“Hari ini kita mengundang pak camat dan kepala puskesmas itu (untuk) melokalisir kecamatan yang betul ada kasus. Jadi penangangan kita ndak global, tapi fokus dan sudah ada datanya,” bebernya.

Data ini, lanjutnya, berdasarkan tracing kontak yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Apabila nantinya dinyatakan positif atau reaktif Covid-19 pihaknya akan mengisolasi yang bersangkutan.

“Di Hotel Kencana atau RSUD (Soewondo) kalau ndak ada (ruang) nanti isolasi mandiri dengan pengawasan dari ranah kesehatan,” tutur Haryanto yang juga menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pati Haryanto ini.

Baca Juga :   Pemkab Pati Cabut Enam Peraturan Daerah

Selain itu, ia juga memerintahkan puskesmas untuk membantu tracing kontak di wilayah puskesmas lain yang berdekatan. Hal ini diperlukan agar puskesmas dapat saling membantu sehingga penyebaran virus corona dapat terkendali. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS