oleh

RUU Minol Sedang Dikaji, Begini Komentar Perwakilan Umat Kristen Pati

Pati, Mitrapost.com – Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) sedang digulirkan di tingkat DPR RI yang bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan menaati ajaran agama.

Di daerah, Mitrapost.com meminta respons dari perwakilan umat kristen Kabupaten Pati. Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Wiyata Wacana (STAKWW) Pati yang juga Pendeta di GITJ Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Yohanes Karyadi mengatakan dalam kajian RUU tersebut terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh pemerintah diantaranya adalah aturan tentang bagaimana masyarakat menggunakan minuman keras.

Baca juga: DPR Gulirkan RUU Miras, Ini Respons DPRD Pati

“Tentu butuh pemikiran lebih. Yang perlu diatur yakni siapa masyarakat yang menggunakan, cara meminumnya dan dengan apa diminumkan,” kata Yohanes kepada Mitrapost.com, Selasa (24/11/2020).

Lebih rinci, terang Yohanes, pemerintah harus mengkaji kadar maksimal yang boleh dikonsumsi  masyarakat.

“Contohnya mungkin dibatasi 1 sloki untuk kepentingan tamu masih wajar, tapi jika sampai 1 gelas kan memabukkan. Kalau di kami (kristen) jangan sampai mabuk anggur atau jangan sampai minum hingga memabukkan itu ukurannya,” terang Yohanes.

Baca juga: Sebelum Muncul RUU Larangan Minuman Beralkohol, PCNU Pernah Ajukan Hal Serupa

Selanjutnya Yohanes juga menyarankan agar pemerintah menindak pelaku minum oplosan, karena dikaji dalam perspektif apapun hal tersebut dilarang lantaran berbahaya.

“Yang kedua yang perlu diatur adalah jangan ada masyarakat yang menyalahgunakan miras atau minol. Yang saya maksud dicampur dengan dengan yang bukan minuman seperti pernah kami dengar dengan spirtus, obat nyamuk. Itu kan bahaya. Itu yang harus diatur dikenai hukuman. Karena banyak menimbulkan korban, dan yang dipakai mengoplos juga berbahaya,” imbuhnya.

Sedangkan terkait jenis, merek dan rumah produksi yang ditindak, Yohanes dan umat kristen sepenuhnya mengikuti keputusan terbaik dari pemerintah.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait