Menurut informasi dari kepala desa, banjir ini telah menggapai atas jalanan yang diperkirakan tingginya sampai 5-6 meter. Padahal, sebelumnya sejak tahun 1997 Rembang tak pernah lagi terdampak banjir besar seperti ini. Wargapun tak ada yang memprediksi banjir akan terjadi malam itu.
“Ini karena air terlalu besar yang datang dari daerah sekitar dataran tinggi, sedangkan gorong-gorong yang lama ini kecil, sehingga tidak bisa menampung air seluruhnya,” ujar Sudarto.
Baca juga: Pecah Rekor, Kasus Covid-19 di Rembang Tembus Angka 1000
Adapun air dengan volume besar ini datang dari daerah tinggi di antaranya kampung Tarjo, Jeruk, daerah Rumah Sakit Bina Raharja, dan setengah dari wilayah Sari Buana.
Pasalnya hujan berhenti pada pukul 9 malam. Banyak warga yang terdampak musibah akhirnya mengungsi sementara di rumah tetangga. Sambil menunggu proses evakuasi dan perbaikan selesai.
“Alhamdulillah sudah surut semua, hanya tinggal sedikit merapi-rapikan saja” imbuhnya. (*)
Baca juga:
- Video : Polres Rembang Serahkan Penghargaan hingga Imbauan Netralitas di Tengah Pilkada
- Video : Pjs Bupati Rembang Berharap Guru Honorer Mendapat Jaminan BPJS
- Hujan Lebat di Rembang, Sejumlah Titik Terjadi Banjir
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Atik Zuliati






