oleh

Memahami Makna Tradisi Perayaan Natal

Mitrapost.com – Natal identik dengan pohon Natal. Namun, sebenarnya perayaan hari raya Kristen tersebut lebih dari itu. Setidaknya ada sekitar tujuh penanda Natal yang dapat dengan mudah ditemukan selama perayaan Natal, di antaranya lonceng, lilin, sinterklas, hingga kaus kaki.

Setiap penanda Natal ini mengusung makna tertentu. Hiasan-hiasan Natal, misalnya, bukanlah sekedar hiasan karena di setiap simbol Natal juga memiliki makna khusus.

Baca juga: Gelar Ibadah Natal, GKI Rembang Lakukan Persiapan sesuai Prokes

  1. Pohon Natal

Pohon Natal identik dengan pohon cemara, yang tumbuh subur sepanjang musim dingin. Daunnya tetap hijau walaupun banyak tumpukan salju di atasnya. Maka dari itu pohon Natal identik diartikan sebagai harapan dan kehidupan.

Selain itu, menurut sejarah terciptanya tradisi pohon natal ini berawal dari Jerman, yakni dari Santo Bonifasius penyebar agama Kristen di Jerman. Dia murka ketika di tengah lawatannya berjumpa dengan sekelompok orang yang sedang memuja pohon oak (saxon). Maka, pohon oak pun ditebangnya. Keajaiban terjadi, dari akar pohon yang telah tumbang itu tumbuh tunas cemara. Kejadian ini dipercaya sebagai tanda akan kesetiaan orang Kristiani akan imannya.

Baca juga: Siap Gelar Ibadah Natal, Gereja Katolik Santo Yusuf Batasi Jemaat

  1. Lingkaran Natal

Karangan bunga kebanyakan ditemukan di pintu masuk. Bentuknya melingkar, menandakan cinta Tuhan yang tak pernah berakhir. Secara tradisional, karangan bunga terbuat dari daun cemara kemudian buah beri digunakan untuk menghias karangan bunga hijau. Meskipun beberapa orang melihatnya sebagai hiasan, pada kenyataannya, inspirasi untuk karangan bunga berasal dari mahkota duri yang dipakai oleh Yesus saat penyaliban. Buah merah dalam lingkaran Natal tersebut mewakili darah Yesus yang tumpah di kayu Salib.

  1. Sinterklas

Tradisi adanya hadiah ini berawal dari cerita yang mengisahkan tentang St. Nicholas yang merupakan seorang uskup Myra. St. Nicholas dikenal sebagai seorang yang sangat murah hati. Ia bisa memberikan uang dan hadiah tanpa mengungkapan identitasnya. Dalam memberikan hadiah, St Nicholas kerap menggunakan pakaian musim dingin merah yang memiliki bulu. Kisahnya berkembang seiring zaman, dan menciptakan tradisi Santa Claus yang ditunggu anak-anak.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jateng Gelar Operasi Lilin Candi

  1. Lilin

Lilin mewakili tentang terangnya dunia yang tidak lain bermakna pada Yesus Kristus. Yesus turun ke bumi untuk menghadapi kegelapan yang menyebar karena dosa yang dilakukan oleh manusia. Dia menunjukkan jalan yang lurus kepada orang-orang dengan cara hidup dan cinta-Nya.

Komentar

Berita Terkait