oleh

Dukung Keputusan PPKM Jawa-Bali, Ganjar : Kita Mesti Ambil Skala Prioritas

Semarang, Mitrapost.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendukung keputusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Jawa-Bali yang diterapakan oleh pemerintah pusat.

Menurut Ganjar, pemerintah pusat telah mengambil skala prioritas penanganan COVID-19 dengan tepat. Ganjar mengatakan, dalam masa seperti ini tidak bisa lagi membicarakan dampak ekonomi.

Baca juga: Antisipasi Masyarakat Tolak Vaksin, Ganjar : Gencar Sosialisasi

“Kita mesti ambil skala prioritas, mau jalan dua-duanya sulit. Sebab kalau kemudian kita bicaranya ini COVID-19 bisa kita tekan, terus kemudian ekonominya tinggi terlalu ideal dalam konteks hari ini,” kata Ganjar, Jumat (8/1/2021).

Untuk itu, saat ini yang terpenting ialah memberikan edukasi dengan mengajak pelaku ekonomi untuk tetap beraktivitas namun dengan membangun ekosistem baru dengan memanfaatkan sistem online.

Baca juga: Siap Terapkan PSBB, Ganjar: Menunggu Surat Resmi

Hal yang sama juga berlaku untuk sektor pariwisata. Menurut Ganjar juga saat ini sudah tidak bisa lagi berbicara positif bahwa semua akan baik-baik saja.

“Pariwisata mohon maaf ya, anda akan rugi. Itu kita omongkan, kita jangan tipu-tipu lagi. Sebab kalau kemudian ‘tenang ya anda masih akan oke’, enggak mungkin,” tegas Ganjar.

Baca juga: Cek Posko Nataru, Ganjar Pastikan Semua Aman Terkendali

Dengan menyampaikan fakta, kata Ganjar, dunia usaha akan lebih memahami bahwa situasinya saat ini memang tidak mudah. Ganjar lalu mengambil contoh apabila seluruh masyarakat mau diajak disiplin, dengan tetap di rumah selama 2 kali 14 hari.

“Artinya satu bulan disiplin bareng-bareng, jangan-jangan ini akan jauh bisa menyelesaikan dan kemudian kepentingan semuanya akan bisa lebih baik. Nanti di 14 hari ke-3 yang bisa dilihat hasilnya,” ujarnya.

Baca juga: Video : Jelang Natal, Ganjar Sidak Gereja Pastikan Protokol Kesehatan

Ganjar mengatakan, di masa pandemi seperti ini dibutuhkan pengorbanan dari seluruh komponen. Apalagi, kata Ganjar, masyarakat Indonesia sudah ‘belajar’ selama setahun.

“Sebulan saja untuk kepentingan bersama, kita bisa atau tidak, jadi edukasi ini kita sampaikan kepada mereka dengan pembatasan di tempat destinasi, hotel, restoran semuanya yang mesti kita lakukan, suka tidak suka, mau tidak mau,” tegasnya.

Komentar

Berita Terkait