oleh

Pemberlakuan PPKM, Bupati Rembang Tinjau Sejumlah Lokasi

Rembang, Mitrapost.com – Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Bupati Rembang dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Abdul Hafidz mengunjungi sejumlah lokasi diantaranya Pasar Kragan Rembang dan Pasar Sarang, Senin (11/1/2021).

Selama tinjauan, Bupati berkeliling pasar sesekali terhenti untuk mengimbau agar tak kendor dalam memakai masker dan 3 M lainnya. Sesekali juga memperingatkan pedagang yang mengenakan masker di leher.

Baca juga: Video : Satu Orang Hilang Kecelakaan Kapal di Pati, Pencarian hingga Perairan Rembang

Menurut pantauan yang dilakukan, Hafidz mengaku penerapan protokol kesehatan di pasar terbilang baik. Ia juga mengungkapkan, pelanggar prokes selama berlangsungnya PPKM akan dikenai sanksi.

Sementara itu, khusus pasar di masa PPKM memang tidak ada batasan pengunjung. Untuk itu pemerintah pusat meminta semua pihak pemkab untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Baca juga: Polres Rembang Harapkan Deteksi Dini Pendukung FPI di Rembang

“Jadi pasar ini masih 100 persen dibebaskan, tetapi tetap harus protokol kesehatan. Makanya kalau itu tidak dipenuhi kami punya hak untuk mencabut kartu tanda anggota pedagangnya, jangan dikira ini pencitraan, tapi ini kita serius dalam menangani Covid-19 karena kalau segera diatasi dapat mengganggu stabilitas nasional, ” ungkap Hafidz, Senin (11/1/2021).

Selain pedagang, Abdul Hafidz meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah. Termasuk menghindari kerumunan yang sangat riskan menularkan virus corona.

Terkait pengawasan penerapan protokol kesehatan di pasar setiap harinya, orang nomor satu di Rembang itu meminta Petugas Pasar, Camat dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan aktif mengawasi wilayahnya termasuk pasar.

Baca juga: Dokter Budi Darmawan Tutup Usia, Bupati Rembang Pimpin Pemberangkatan Jenazah

Menurut salah satu pedagang pasar Sarang, Khusnul Khotimah mengaku siap melaksanakan anjuran pemerintah untuk melawan Covid-19. Dia mengakui memang sebelumnya tidak percaya adanya covid-19, namun setelah keluarganya ada yang terpapar bahkan meninggal dunia, kini Ia percaya selalu menerapkan 3M.

“Dulu tidak percaya, tapi sekarang percaya karena ibu angkat saya dan bapak saya kena (terpapar covid-19). Ibu angkat saya meninggal hari Jumat kemarin, jadi sejak itu saya selalu pakai masker, keluarga dan teman- teman di sini (di pasar Sarang) saya beritahu kalau covid-19 itu ada. Ini bapak saya masih di RSUD, tapi alhamdulillah kondisinya membaik, ” pungkasnya. (ADV/AA/AZ/SHT)

Baca juga:

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Komentar

Berita Terkait