oleh

6 Bulan, Petani Kesulitan Mendapat Pupuk Subsidi

Pati, Mitrapost.com – Petani Pati mengaku sudah 6 bulan pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di Bumi Mina Tani. Terhitung sejak bulan Juli 2020 hingga Januari, mereka kesulitan mendapatkan pupuk yang disokong dari pemerintah ini.

Hal ini mengakibatkan beberapa petani merugi bahkan sebagian dari mereka memilih tak menanam lantaran tak mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca juga: Sulitnya Pupuk Subsidi, Bupati Rembang Tambah Frekuensi Pengiriman

“Banyak petani kesusahan dan bukannya akan untung malah bisa jadi buntung, ada juga yang mogok tanam, terutama di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, karena pupuk subsidi langka,” ujar Koordinator Serikat Tani Dekat Hutan (SETANDAN) Parjan kepada Mitrapost.com, Rabu (20/1/2021) kemarin.

“Sehingga diperkirakan jika ditanami sawahnya dan membeli pupuk non-subsidi, maka bisa jadi rugi,” lanjut Parjan.

Baca juga: PTSL 2021 Targetkan 73 Ribu Bidang Tanah Tersertifikat, Dewan Pati: Prioritas Desa

Apalagi menurutnya kondisi para petani saat ini sebagian besar sangat bergantung dengan pupuk kimia. Ketergantungan dengan pupuk kimia ini terjadi sejak adanya kebijakan ‘revolusi hijau’ yang didorong oleh pemerintahan Orde Baru pada tahun 1970-an.

Permasalahan lain muncul ketika harga pupuk kimia semakin meningkat, sehingga jika mengandalkan pupuk non-subsidi maka biaya tanam petani akan meningkat pesat. Hal inilah yang membuat mereka sangat bergantung dengan pupuk subsidi.

Baca juga: Alokasi Pupuk Subsidi Rembang hanya Terpenuhi 70 Persen

Ia mengaku pupuk kimia memang berdampak negatif karena akan membuat kesuburan tanah semakin berkurang, tetapi kaum tani di desa saat ini tidak bisa apa-apa.

“Jika ada alternatif lain, misal dengan pertanian organik mereka pasti akan senang menyambutnya, akan tetapi sampai saat ini tidak ada upaya dari pemerintah untuk memberikan pelatihan hingga menyediakan bibit dan kebutuhan tanam lain,” katanya.

Komentar

Berita Terkait