oleh

80 Rumah dan 157,5 Hektare Sawah di Desa Tanjang Tergenang Banjir

Pati, Mitrapost.com Sebanyak 80 rumah dan 157,5 hektare sawah di Desa Tanjang, Kecamatan Gabus mengalami banjir akibat luapan Sungai Silugonggo, Jumat (5/2/2021).

Kepala Desa Tanjang, Jomo, mengatakan ketinggian banjir di rumah warganya ini bervariasi. Mulai dari 10 cm hingga 40 cm.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Sehari sebelumnya, hanya sekitar 20-an rumah yang tergenang air. Namun, karena curah hujan yang tinggi dan dibukanya pintu air Waduk Wilanglung membuat banjir di desanya melebar ke rumah-rumah lainnya.

“Kemarin cuma 20 rumah, ini 80-an rumah. Ketinggiannya sampai 40 cm di rumah. Berpencar di berbagai RT/RW. Ndak hanya yang dekat kali tapi yang bagian selatan juga kena. Pokoknya yang lainnya rendah,” ujar Jomo saat ditemui di Balai Desa Tanjang, Jumat (5/2/2021) pagi.

Baca Juga :   Vaksinasi Covid-19 Segera Dilakukan, Harus Bayar Berapa?

Baca juga: Sawah Banjir 3 Minggu, Puluhan Petani di Tondomulyo Gagal Tanam Lagi

Selain menggenangi 80 rumah, banjir juga menggenangi rumah ibadah, jalan raya dan persawahan. “Musala 1, terus beberapa jalan, sawah ada 157,5 hektare,” tuturnya.

Jomo mengungkapkan kebanyakan sawah yang tergenang banjir sudah berumur sekitar 1,5 bulanan. Ia memprediksi kerugian satu hektarenya mencapai Rp8 juta. Atau apabila dikalkulasi kerugian keseluruhan petani mencapai Rp1.260.000.000

Nembe prapu, setengah dari masa panen.  Kerugian satu hektare kira-kira 8 juta per hektare,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Hitam di Jati Wetan, Masih Tunggu Hasil Lab Dinas PKPLH

Selain karena luapan sungai, curah hujan dan bendungan Wilanglung juga dibuka, ia juga menduga adanya tambatan kapal menjadi salah satu faktor terjadinya banjir ini.

Baca Juga :   Empat Hari Terendam Banjir, Warga Desa Jati Wetan Pilih Tak Mengungsi

“Terus pengaruh dari aliran sungai Silugonggo yang ndak lancar karena adanya tambatan kapal. Kalau kapal ndak di situ mungkin ndak separah ini,” tuturnya.

Ia mengaku banjir ini sudah terjadi selama tiga tahun terakhir. “Banjir yang besar itu tahun 2014. Biasanya seperti ini. Ini sekitar 3 tahunan banjir rutin,” tandasnya. (*)

Baca juga: Enam Kecamatan di Pati Tergenang Banjir

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terkait