oleh

Meski Bau, Konsumsi Petai Bisa Mengontrol Gula Darah

Mitrapost.com Petai, lalapan jenis polong-polongan ini menjadi primadona tersendiri bagi mereka yang menyukainya. Pasalnya sejumlah orang tidak suka makan petai karena baunya yang khas.

Biji petai selain sering menjadi sayur pelengkap makanan juga kerap digunakan sebagai obat herbal tradisional karena diketahui bisa mengatasi sejumlah penyakit.

Melansir Alo Dokter, sayuran yang memiliki nama latin Parkia speciosa memiliki kandungan 90-150 kalori. Serta mengandung protein, karbohidrat, serta, lemak, mineral (kalsium, mangan, kalium, zat besi, fosfor, zinc, magnesium, dan tembaga), serta vitamin C, B1, dan E.

Selain itu petai juga kaya kandungan antooksidan seperti polifenol, flavonoid, tanin, dan superoxide dismutase (SOD).

Banyaknya nutrisi yang ada dalam petai membarikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Bau Mulut

Menjaga kesehatan jantung

Kandungan serat, antioksidan, serta kalium dalam petai dianggap baik untuk kesehatan jantung. Kalium yang merupakan elektrolit serta mineral diketahui dapat menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Sedangkan serat dan antioksidan dapat membantu mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah jantung.

Mengontrol gula darah

Kadar gula darah dapat dikontrol dengan mengonsumsi petai. Hal ini karena kandungan antioksidan serta zat kimia beta-sitosterol dan stigmasterol yang dapat menjaga agar gulla darah tidak melonjak.

Mengatasi infeksi

Meski belum ada kesimpulan yang menyimpulkan bahwa petai terbukti efektif dan aman untuk mengatasi infeksi namun dalam sejumlah studi di laboratorium menyebutkan ekstrak petai dapat membasmi kuman dan jamur penyebab infeksi.

Baca juga: Meski Pandemi, Jateng Terus Genjot Ekpor Produk Herbal

Kesimpulan sementara dari penelitian-penelitian yang sudah ada, ekstrak biji petai paling efektif melawan golongan bakteri gram-negatif seperti SalmonellaEscherichia, dan Chlamydia. Meski demikian, tetap dibutuhkan penelitian lanjutan untuk benar-benar mengetahui apakah petai dapat bekerja sebagai obat infeksi.

Meski memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan namun konsumsi petai berlebihan dalam satu waktu juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal. Hal ini karena kandungan asam amino yang cukup tinggi.

Selain itu bagi penderita asam urat juga tidak disarankan makan banyak petai. Sebab petai serupa dengan jenis kacang-kacangan lainnya mengandung puring yang bisa menyebabkan kadar asam urat dalam darah semakin tinggi. (*)

Baca juga: Manfaat Pisang, Lancarkan Pencernaan hingga Jaga Kesehatan Otak

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

 

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait