oleh

Meski Pandemi, Jateng Terus Genjot Ekpor Produk Herbal

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menggenjot ekspor produk herbal di tahun 2021 meskipun pandemi belum juga usai.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo mengatakan produk herbal banyak dibutuhkan sebagai salah satu penguat imun tubuh masyarakat, guna menghindari virus Corona.

“Tahun 2021, kita dorong produk (ekspor) yang sifatnya herbal,” kata Arif ditemui di kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, Jawa Tengah juga akan menggenjot ekspor produk sarang burung walet sebagai salah satu  produk makanan dan minuman yang cukup digemari pada beberapa waktu terakhir.

“Sarang burung walet sekarang untuk makanan dan minuman, yang saat ini sedang baik,” katanya.

Baca Juga :   PPKM Darurat, Aliran Listrik 50 Karaoke di Pati Diputus

Baca juga: Alternatif Ekspor di Masa Pandemi, Rembang Gunakan Metode Virtual

Meski pandemi, menurut Arif, persoalan ekspor Jateng tidak menemui kendala berarti. Sebab pihaknya banyak memaksimalkan program. Seperti memaksimalkan program Export Coaching Program.

“Program ini adalah kegiatan pembekalan ilmu tentang ekspor, wacana, serta praktik untuk pelaku usaha. Mereka juga akan dilatih untuk bisa mendatangkan pembeli (buyer). Bisa jadi dalam pelatihan itu dia bisa ekspor,” ujarnya.

Arif mencontohkan, tahun kemarin saja, dari program Export Coaching Program diikuti 26 orang peserta. Dari jumlah itu, 14 orang di antaranya bisa melakukan ekspor dengan total nilai USD 11,1 juta.

“Itu bagi IKM (Industri Kecil Menengah) kan besar totalnya. Karena yang kita latih ini yang masih kecil dan menengah,” imbuhnya.

Baca Juga :   PPKM Level 3 Hampir Berakhir, Pasien Karantina dan BOR di Pati Turun Signifikan

Baca juga: Kesejahteraan Petani Awal Suksesnya Industri Ekspor Olahan Makanan

Sedangkan untuk kendala eksternal, Arif menambahkan, pihaknya membutuhkan pihak lain. Misalnya optimalisasi pelabuhan.

“Nah ini yang sudah dirapatkan di pemerintah pusat, sebulan yang lalu. Kemungkinan akan mendatangkan kontainer. Tapi kini, kontainer ini sudah semakin membaik,” katanya.

Pada tahun lalu, ekspor nonmigas Jateng masih surplus USD 940 juta. Atas capaian itu, dia menilai trek Jateng sudah bagus. Sampai saat ini, negara tujuan ekspor produk asal Jateng adalah USA, Jepang, China, Uni Eropa di Jerman, dan negara Asean.

“Dengan produk unggulan Jateng meliputi tekstil, furniture, alas kaki sepatu, barang-barang dari kulit,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :   Pemerintah RI Kembali Larang WNA Masuk Indonesia Hingga 8 Februari

Baca juga: Pandemi Covid-19 Buat Pabrik Kacang di Pati ini Tak Ekspor 4 Bulan

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral