oleh

11 Desa di Kecamatan Gabus Terdaftar Sebagai Peserta Sekolah Lapang

Pati, Mitrapost.com Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gabus mengadakan program sekolah lapang untuk meningkatkan pertanian. Program tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dalam mengenali potensi, menyusun usaha rencana tani, identifikasi masalah dan pemecahannya seputar pertanian, serta meningkatkan ketahanan pangan dari hasil produksi pertanian.

Menurut Andika, staff lapangan program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), mencatat ada 11 desa yang terdaftar menjadi peserta sekolah lapang IPDMIP di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Diantaranya Desa Kuryokalangan, Desa Mojolawaran, Desa Sugihrejo, Desa Babalan, Desa Soko, Desa Gempolsari, Desa Tanjunganom, Desa Sunggingwarno, Desa Koripandriyo, Desa Tambahmulyo, dan Desa Gabus. Masing-masing diambil 25 orang untuk menjadi peserta program tersebut.

“Sejauh ini dalam pelaksanaannya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang sulit dalam menjalankan sekolah lapang. Namun, perlu memberi pemahaman secara khusus kepada para petani yang tujuan bertaninya hanya sebatas mencukupi kebutuhan hidup saja,” ungkap Andika, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Harga Jual Padi Organik Lebih Tinggi Dibandingkan Padi Sintetis

Menurutnya, sekolah lapang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani. Melalui penyuluhan kepada petani, mereka akan memperoleh ilmu yang berguna agar diterapkan dalam meningkatkan produktivitas hasil tani.

Sekolah lapang merupakan salah satu program IPDMIP yang diadakan oleh Dinas Pertanian (Dispertan), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Program tersebut telah berlangsung di Kabupaten Pati sejak 2018.

Menurut Eni Prasetyowati selaku Koordinator BPP Kecamatan Gabus, dalam menjalankan sekolah lapang ia melakukan diskusi bersama kelompok tani dalam berbagai hal. Antara lain menentukan jadwal pemberian materi, memetakan lahan pertanian, dan penyuluhan secara teori maupun praktik di lapangan.

“Dalam penyuluhannya kami dari BPP memberikan materi yang dimulai dari penyuluhan benih hingga ke tahap pemasaran produk pertanian,” ungkapnya.

Baca juga: Petani Pati Tak Bisa Klaim Asuransi, Wagub Jateng Carikan Solusi

Ia menyampaikan, BPP Kecamatan Gabus sedang menggencarkan penyuluhan sistem pertanian organik. Pertanian organik merupakan sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.

Menurut Eni, telah ada dua kelompok tani binaan di Kecamatan Gabus yang mengembangkan pengolahan lahan secara organik. Diantaranya Kelompok Tani Bancak di Desa Gabus dan Kelompok Tani Usaha Jaya di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus. (*)

Baca juga: Dispertan Pati Dukung Kelompok Tani di Gabus Kembangkan Pertanian Organik

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Berita Terkait