Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat luas lahan produktif pertanian di Kecamatan Kayen berkurang hingga 200 hektare.
Menurut Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kayen, Susilohadi, luas seluruh wilayah lahan di Kecamatan Kayen seluas 9.603 hektare. Yakni dengan komoditas meliputi padi, jagung, kacang hijau, kedelai, tebu, dan kapuk randu.
Sedangkan berdasarkan data pembaruan luas lahan sawah yang dicatat oleh Dispertan Pati bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Pada tahun 2019, lahan sawah produktif ada seluas 4.937 hektare sedangkan data terbaru terdapat 4.737 hektare.
Berkurangnya lahan prooduktif tersebut disebabkan karena adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi area pembangunan. Seperti pembangunan kandang peternakan, gudang penyimpanan kapuk, bahkan permukiman penduduk.
Baca juga: Tak Peroleh AUTP, Lahan Puso di Kecamatan Kayen Kena Blacklist
Susilo meyakini masih ada kemungkinan lahan tersebut berfungsi kembali menjadi lahan pertanian.
“Saya yakin, masih ada kemungkinan lahan yang udah diduduki akan kembali lagi menjadi lahan persawahan. Misalkan, yang diduduki kandang ternak,” ujarnya, Rabu (10/3/2021).
Ia bersama jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang lain berupaya mendampingi para petani yang lahan pertaniannya terdampak adanya proyek alih fungsi lahan.
Menurutnya keabsahan status lahan dapat dilihat dari citra foto satelit terbaru BPN dan DPUTR Kabupaten Pati.
Baca juga: BPP Kecamatan Gabus Gencarkan Penyuluhan Sistem Pertanian Organik
Perlu diketahui, Kecamatan Kayen terdapat 17 desa. Desa paling luas adalah Desa Srikaton, sedangkan desa paling sempit adalah Desa Rogo Mulyo.
Disamping itu, wilayah Kayen memiliki topografi yang berbeda-beda. Terdapat lima desa yang terletak di pegunungan, yaitu Desa Beketel, Desa Purwokerto, Desa Brati, Desa Durensawit, Desa Sumbersari.
Sementara terdapat desa yang berada di wilayah ngarai, diantaranya Desa Pasuruan, Desa Talun, Desa Pesagi, dan Desa Srikaton. Di sini merupakan tempat tangkapan air sehingga lahan pertaniannya sangat rawan atau endemik banjir.
“Lahan yang terletak di wilayah ngarai sering terendam banjir pada akhir tahun hingga awal tahun,” pungkas Susilohadi. (*)
Baca juga: Poktan di Kecamatan Jakenan Mendapat Bantuan Benih Padi
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS






