oleh

Vaksinasi Lansia Selesai, Pemkab Pati Sasar Vaksinasi Guru

Pati, Mitrapost.com – Bupati Pati Haryanto menjelaskan tenaga pendidik (guru) akan menjadi prioritas vaksinasi setelah pelaksanaan vaksinasi kepada orang yang lanjut usia (lansia) selesai.

“Vaksinasi untuk guru didahulukan, ini kan gurunya belum dapat vaksin karena kemarin sudah saya rencanakan tiba-tiba berubah menjadi vaksinasi lansia,” jelasnya saat diwawancara Mitrapost.com selepas menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Pati, Senin (22/3/2021).

Guru menjadi prioritas vaksinasi lantaran profesi ini akan bersinggungan dengan para siswa. Terlebih rencananya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka akan digelar pada bulan Juli mendatang.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Guna Tangkal Mutasi Covid-19

“Maka dari itu kita siapkan untuk vaksin dulu, dan untuk sementara ini belum saya vaksin tetapi saya suruh swab antigen (untuk) semua guru-guru yang ada di Kabupaten Pati,” katanya.

Untuk melakukan vaksinasi, pihak terkait sedang memastikan jumlah vaksin yang akan datang ke Kabupaten Pati. Dari jumlah vaksin yang datang akan dibahas dan didata antara jumlah vaksin dan jumlah orang yang akan menerima vaksin tersebut.

Vaksinasi yang diprioritaskan untuk guru nanti tergantung kedatangan jatah vaksin untuk wilayah Kabupaten Pati sendiri, tetapi yang jelas pemerintah mengutamakan guru agar bisa menjalankan pembelajaran secara tatap muka dengan baik.

Baca juga: Fatwa MUI, Vaksinasi Tak Batalkan Puasa

Sementara itu, vaksinasi untuk peserta didik belum dibahas, karena dianggap memiliki imun yang relatif bagus di tubuhnya. Berbeda dengan orang yang memiliki gangguan kesehatan dan orang tua yang berpotensi lebih besar terinfeksi Covid-19.

Meskipun pembelajaran dilakukan secara tatap muka, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada. saat ini pembelajaran belum bisa dilakukan karena masih banyak pertimbangan dan persiapan yang dilakukan pemerintah daerah.

“Pembelajaran baru kita rencanakan desainnya pada 1 Juli, apakah secara keseluruhan atau secara bertahap, yang jelas kita menyiapkan nanti dari kelompok A, B sampai C,” tuturnya.

Perencanaan ini belum disetujui karena masih menunggu persetujuan dan lulus uji. “Nanti kita akan mengadakan perwakilan kita uji dulu, karena jangan sampai kita memberikan keluasaan bebas ternyata kasus semakin meningkat,” pungkas Haryanto. (FN)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait