Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menekankan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan dan Petugas Peternakan Lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan untuk memperbaiki manajemen pengelolaan data komoditas pertanian.
Langkah tersebut dilatarbelakangi karena kurang baiknya kinerja PPL secara administratif.
“PPL di sini kinerjanya sudah optimal. Namun, untuk tahap pengurusan administrasi seperti pelaporan dan update data belum cekatan,” ujar Petugas Data Peternakan Dispertan Kabupaten Pati, Suryono kepada Mitrapost.com, Selasa (4/5/2021)
Baca Juga: Menuju Pertanian Modern, Dispertan Pati Kembali Salurkan Puluhan Alat Pertanian
Dispertan Kabupaten Pati juga menekankan kepada para PPL bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia memiliki program One Big Data.
Yang memiliki tujuan untuk sinkronisasi data-data komoditas pertanian yang dilaporkan oleh PPL pada masing-masing wilayah binaan.
Perlu diketahui pada Triwulan Pertama, Dispertan Kabupaten Pati belum meng-update data valid dari adanya populasi dan produksi komoditas pertanian.
Penyebabnya karena PPL belum sadar akan adanya pelaporan dalam setiap kinerja mereka di lapangan.
Baca Juga: Sasar Petani Milenial, Dispertan Pati Canangkan Podcast Pertanian
“Kami dorong terus agar PPL melakukan pendataan secara teliti dan disiplin”, imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa dengan adanya pendataan yang baik, maka laporan dari PPL akan dapat diterima dengan baik juga.
Sehingga jika terdapat masalah-masalah petani dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah sebagai pelaksana kebijakan publik.
“Dalam pengambilan kebijakan, pemerintah harus memiliki alasan yang berdasarkan angka polulasi dan produksi,” ucap Suryono
Baca Juga: Genjot Produktivitas Petani Padi di Trangkil, Dispertan Fasilitasi Laboratorium dan Sekolah Lapang
Dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut, Petugas BPP memberikan penyuluhan, pendampingan dan pelaporan komoditas pertanian di Bumi Mina Tani.
Sementara Penyuluh Peternakan bertugas memantau perkembangan hewan setiap hari. Yang kemudian diserahkan kepada BPP.
“Kami imbau agar BPP/PPL tidak menyepelekkan data. Kami butuh koordinasi di lapangan. Karena semua sumber data ada di penyuluh” ungkapnya.
Dispertan Kabupaten Pati menargetkan untuk menginput data dengan satuan yang lebih mendetail hingga ke tingkat desa. (*)
Baca Juga:
- Dispertan Pati Optimalkan Lahan Perhutani untuk Budidaya Porang
- Dispertan Pati Adakan Pelatihan Krupuk Sehat Non Bleng
- Budidaya Pertanian, Dispertan Blora Lakukan Program Agro Solution
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
