oleh

Kasus Covid-19 Tertinggi di Pati, Kecamatan Margorejo Buka 4 Tempat Isolasi Terpusat

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Pekan ini Kecamatan Margorejo masih tercatat sebagai kecamatan dengan kasus covid-19 tertinggi di Kabupaten Pati, Camat Margorejo melansir total ada 605 orang yang melakukan isolasi mandiri.

Ia menyebut angka tersebut diprediksi masih bertambah karena tracing di desa berpotensi klaster masih dilakukan.

“Per hari ini masih ada tracing di Desa Sukokulon. Saat rapat dengan bupati jika diakumulasi sebelumnya ada 139 yang sudah isolasi mandiri, ditambah 417 dari dua kelinci (PT.Dua Kelinci), kita tracing di  Desa Jambean Kidul ada 14, Bumirejo 35, belum yang termasuk Sukokulon yang di tracing hari ini,” urai Luky P Narimo, Camat Kecamatan Margorejo, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: 4 Pegawai Perpustakaan Daerah Pati Terpapar Covid-19, Tertular Klaster Rumah Tangga

Baca Juga :   Enam Nakes di Pati Positif Covid-19

Saat ini, ratusan pasien tersebut sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Untuk mempermudah pengawasan, pihak Kecamatan melabeli rumah-rumah warga yang ditempati pasien isolasi mandiri.

Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Margorejo juga telah membuka 4 tempat isolasi terpusat di Desa Jambean Kidul, Bumirejo, Sukokulon, dan Pegandan.

“Tempat isolasi terpusat di 4 desa, didukung pemerintah desa dan PT. Dua Kelinci. Karena ini masih disiapkan, baru bisa dilakukan besok (23/6), ini sedang tahap pemindahan untuk yang rumahnya dianggap tidak layak dijadikan tempat isolasi. Misalnya yang dirumahnya ada anak kecil, MCK hanya satu. Kriteria itu yang kita pindahkan ke isolasi terpusat,” kata Luky.

Baca juga: RSUD RAA Soewondo Pati Overload Covid-19, Puluhan Pasien Antre di IGD

Baca Juga :   SMPN 1 Pati Siapkan Protokoler Covid-19 Sambut KBM Tatap Muka 2021

Luky mengestimasi satu tempat isolasi bisa menambung 120 orang. Bagi pasien dari golongan karyawan PT. Dua Kelinci logistiknya akan ditanggung perusahaan, sementara pasien dari klaster lain akan dicover Pemerintah Desa dan relawan PMI.

Posko Isolasi Terpusat akan dijaga oleh personel TNI, Polri Satpol PP, satgas jogotonggo dan tenaga kesehatan Puskesmas.

Luky menyebut Hingga saat ini belum ada laporan terkait pasien yang menderita indikasi serius. Ia berharap setelah menjalani 14 hari karantina, para pasien sudah diperbolehkan beraktivitas secara normal.

“Secara medis bagi yang tidak bergejala kalau sudah isolasi mandiri 14 hari dan sudah sehat virus tersebut dinyatakan tidak punya daya tular lagi. Kecuali yang bergejala nanti di swab. Rata-rata karyawan pabrik usia produktif imunnya tinggi,” tandas Luky.(*)

Baca Juga :   Atlet Disabilitas Pati Ikuti Seleksi Jelang Peparnas 2021 di Papua

Baca juga:

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar