oleh

Video : DKP Pati Targetkan Pendapatan Retribusi TPI 75 Persen pada Triwulan Tiga

Pati, Mitrapost.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati mematok target sebanyak 75 persen pendapatan retribusi dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di 8 (delapan) lokasi. Angka tersebut diharapkan mampu terpenuhi pada triwulan III.

Pasalnya, hingga bulan Agustus 2021, DKP Kabupaten Pati meraih pendapatan retribusi TPI sebesar Rp4,33 miliar atau 39,42 persen.

Bpkad Pati

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan TPI DKP Kabupaten Pati, Dwi Endang Subekti, jumlah tersebut masih kalah bila dibandingkan dengan jumlah pendapatan retribusi tahun 2020. Pada Januari sampai dengan Agustus 2020, pihaknya mencatat terdapat Rp4,66 miliar atau 68 persen.

Padahal DKP Kabupaten Pati menaikkan target pendapatan retribusi pada tahun ini. Semula sebesar Rp6,8 miliar dinaikkan sampai Rp11 miliar.

Baca Juga :   Video : Menanggulangi dan Evakuasi Korban Bencana, BPBD Pati Anggarkan Rp115 Juta

Endang mengaku jika target tersebut amat cukup berat untuk dicapai. Meskipun hasil tangkap nelayan Pati sangat potensial, tetapi adanya pembaruan regulasi yang mempersulit pelayaran nelayan dinilai cukup berpengaruh.

“Nelayan kami sangat potensial. Pada tahun lalu kami dipatok target Rp 6,8 Miliar, justru malah mencapai Rp8,3 miliar. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan target capaian retribusi,” ujarnya.

Pada September sampai Desember 2020 terdapat 613 kapal yang masuk ke TPI. Pada Agustus 2020, terdapat 170 kapal yang telah masuk ke TPI, tetapi pada Agustus 2021 hanya terdapat 60 kapal yang masuk ke TPI.

Mengingat, selain adanya pembatasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), terdapat pula aturan penggunaan alat tangkap. Kondisi tersebut membuat nelayan memodifikasi alat tangkap dari cantrang menjadi jaring tarik berkantong.

Baca Juga :   Nelayan Sarang Gelar Audiensi Bersama DPRD Rembang

Sehingga, para nelayan perlu menunggu adanya Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dalam menggunakan alat tangkap yang baru. Tetapi hingga kini belum ada regulasi yang mengatur sehingga nelayan cantrang tak berani melaut.

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait