oleh

Mengkaji Mahasiswa USU Pesta Ganja Jadi Duta Anti-Narkoba

Mitrapost.com– Mahasiswa USU yang sebelumnya ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional di Universitas Sumatera Utara (USU) akan menjadi duta anti-narkoba.

Kriminolog yang mengetahui hal tersebut mengkaji fenomena mahasiswa yang melanggar aturan dan melakukan kegiatan yang tidak terppuji mengapa bisa menjadi duta anti-narkoba.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Adrianus Meliala selaku Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) mengungkapkan pelaku pelanggaran yang menjadi duta ada kaitannya dengan disonansi kognitif.

“Yang dimainkan adalah disonansi kognitif, itu teorinya. Isi teori itu adalah bahwa orang nggak suka melihat dua kenyataan yang bertolak belakang namun dikaitkan. Mahasiswa ganjais dikaitkan dengan duta anti narkoba kan bertolak belakang. Eh malah dikaitkan,” kata Adrianus.

Adrianus mengatakan dua hal yang berbeda dan bertolak belakang akan mudah diingat oleh masyarakat.

Baca Juga :   Video : Kucing-Kucingan, Tempat Prostitusi di Pati Masih Terima Pelanggan Meski Ditutup

“Namun akibatnya, orang jadi ingat, jadi gelisah dan selanjutnya orang mau mendengar message yang dikirimkan,” ujarnya.

“Hal yang sama tidak terjadi jika mahasiswa baik-baik jadi duta anti narkoba. Itu namanya konsonansi kognitif. Nggak ada yang aneh dan nggak seru, kata anak milenial,” imbuhnya.

Adrianus menganggap promosi tersebut mendapat nilai yang positif karena masyarakat akan ramai membicarakan hal tersebut..

“Orang jadi ramai membicarakan. Secara promosi, ini positif,” tutur dia.

Akibat pembicaraan yang ramai, Adrianus mengatakan secara tidak langsung akan tertanam di memori. Dengan demikian, akan mempengaruhi perilaku, seperti misalnya untuk menjauhi narkoba.

“Dari sekian banyak orang yang membicarakan, pasti ada memori yang tertanam dan kemudian mempengaruhi perilaku (sesuai dengan yang diharapkan yakni menjauhi narkoba). Prinsip psikologi tadi yang dimainkan secara optimal,” kata dia.

Baca Juga :   Masa Waktu Pemberian KIP Kuliah

Sebelumnya, Kepala BNN Sumut, Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan, pada Kamis (14/10) lalu mengatakan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa dapat dijadikan modal untuk memberdayakan mereka sehingga bisa terhindar dari penyalahgunaan narkotika

“Para Mahasiswa USU itu jago-jago main musik. Itu merupakan modal untuk memberdayakan mereka sehingga bisa terhindar dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Toga mengungkapkan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa dapat dijadikan untuk sosialisasi tentang bahaya narkoba.
“Karena kita melihat mereka punya potensi, di mana mereka jago main musik. Nanti kita harapkan mereka bisa jadi duta anti narkoba. Tidak hanya untuk Kampus USU, tapi untuk seluruh masyarakat,” ujar Toga. (*)

Artikel ini telah tayang di DetikNews dengan judul “Menerka Maksud di Balik Mahasiswa USU Pesta Ganja Jadi Duta Anti-Narkoba”

Baca Juga :   Tersambar Kereta di Tasikmalaya, Mobil Panther Terseret Hingga 10 Meter

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait