oleh

Lagi-lagi Masjid Ahmadiyah Disegel, Pemkot Depok Dinilai Intoleransi

Depok, Mitrapost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dianggap mendukung tindakan intoleransi beragama. Hal tersebut karena terjadi lagi penyegelan masjid jemaah Ahmadiyah di Kota Depok.

Diketahui Masjid Al-Hidayah milik jemaah Ahmadiyah yang berlokasi di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, disegel ulang Jumat (22/10/2021).

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Seperti kita ketahui, jaminan untuk beragama dan berkeyakinan, termasuk untuk beribadah, dijamin secara konstitusional dalam UUD 1945 dan (merupakan) hak asasi manusia,” ujar  pendamping jemaah Ahmadiyah Depok dari Yayasan Satu Keadilan, Syamsul Alam Agus.

“Pemerintah Kota Depok tengah menegaskan posisinya mendukung tindakan-tindakan intoleransi. Peristiwa hari ini saya kira menyadarkan sikap tersebut. Sudah lebih dari 10 tahun hak-hak dasar warga negara, jemaah Ahmadiyah Indonesia di Kota Depok, terus dikebiri,” jelasnya.

Padahal secara statute, Masjid Al-Hidayah sudah mengantongi IMB rumah ibadah sejak 24 Agustus 2007, dengan nomor izin: 648.12/4448/IMNB/DTB/2007. Tidak ada penolakan warga soal Masjid Al-Hidayah ini, terbukti dari terbitnya IMB rumah ibadah yang membutuhkan tanda tangan warga sekitar sebagai bukti kesediaan.

Baca Juga :   Ridwan Kamil Beri Santunan Bagi Keluarga Korban Susur Sungai

Namun, penyegelan Masjid Al-Hidayah bukan karena urusan IMB, melainkan karena peraturan yang tak mengizinkan kegiatan warga Ahmadiyah.

Rujukan pertama adalah SKB 3 Menteri 2008 yang melarang jemaah Ahmadiyah menyebarluaskan/menyiarkan paham terhadap warga negara yang sudah memiliki keyakinan. SKB ini kemudian diturunkan menjadi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 dan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 9 Tahun 2011, yang justru melarang total seluruh aktivitas warga Ahmadiyah. Beleid itu tak pernah dievaluasi oleh Wali Kota Depok.

Syamsul beranggapan, tidak adanya upaya mengevaluasi beleid bermasalah itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok melanggengkan praktik intoleransi.

Padahal, jemaah Ahmadiyah Depok tidak pernah melakukan penyebaran/syiar paham dan hanya menggunakan Masjid Al-Hidayah sebagai sarana ibadah dan untuk kegiatan-kegiatan internal umat. Syamsul juga mempersoalkan cara Pemerintah Kota Depok menyegel ulang masjid yang terakhir kali disegel pada 2017 lalu itu.

Baca Juga :   Lodewijk Freidrich Paulus Resmi Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua DPR RI

“Dalam proses pemasangan baru papan penyegelan di Masjid Al-Hidayah Depok dilakukan secara showforce, Satpol PP menyertakan sekitar 50 orang yang berorasi menyebarkan kebencian terhadap Jemaat Ahmadiyah dalam orasi-orasinya,” ungkap Syamsul.

“Ikut sertanya sejumlah massa intoleran, menegaskan bahwa Pemerintah Depok telah berupaya memperluas penolakan terhadap Jemaat Ahmadiyah Indonesia dengan dasar kebencian,” tambahnya.

Semenatra itu, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman, menyebut bahwa penyegelan ulang Masjid Al-Hidayah milik jemaah Ahmadiyah merupakan perintah Wali Kota Depok Mohammad Idris.

“Kami hadir di sini juga sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prosedur yang kami punya. Ada perintah dari Wali Kota Depok, kemudian diturunkan kepada Kasatpol PP mewakili tim penanangan (jemaah Ahmadiyah) untuk mengganti papan segel,” jelas Taufiq kepada awak media di lokasi.

Baca Juga :   Ratusan Peserta Tes CPNS Positif Corona, Begini Kebijakannya

“Mudah-mudahan ini bisa terselesaikan dengan baik tidak diselesaikan dengan cara-cara yang tidak baik, anarkis, apalagi sampai hal-hal yang sifatnya pengerusakan terhadap sarana ibadah jemaah Ahmadiyah,” pungkasnya. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul “Masjid Ahmadiyah Disegel Lagi, Pemkot Depok Dianggap Dukung Intoleransi Beragama”.

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait