oleh

Dewan Pati: Kakek Pemerkosa Tunawicara di Pati Harus Tanggung Jawab Moril dan Materiil

Pati, Mitrapost.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Komisi A, Warsiti turut menanggapi kasus pemerkosaan seorang wanita tuna wicara di Tayu yang dilakukan oleh seorang kakek mantan perangkat desa.

Menurut Anggota Dewan dari Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) itu menuntut agar  pelaku  dihukum sesuai ketentuan hukum pidana yang berlaku.

Pasalnya, mayoritas di desa kasus pemerkosaan utamanya kepada kaum disabilitas sering diabaikan dan berakhir dengan jalan damai.

Selain itu, ia juga meminta pelaku agar menanggung kerugian korban secara materiil. Artinya ditanggung biaya persalinan melahirkan hingga menanggung biaya hidup sang  anak hingga  dewasa.

“Kalo menurut saya tentang pemerkosaan pada wanita tuna wicara yang terjadi di Tayu memang harus ada kejelasan pertanggungjawabannya secara moril maupun materiil, ” ujar Warsiti saat diwawancara Mitrapost.com, Jumat (14/1/22).

Baca Juga :   Mudahkan Penyampaian Materi Pelajaran, Guru Sambut Antusias PTM

“Morilnya harus bertanggung jawab dengan proses hukum. Materijl  harus mengganti segala kerugian yang di tanggung korban dari awal hamil sampai melahirkan dan biaya hidup anak yang di kandung, ” imbuh politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Kemudian kepada Pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini dinas terkait, juga diminta untuk turun ke lapangan mengusust kasus ini sampai tuntas. Pasalnya korban tersebut adalah penyandang disabilitas dan golongan warga kurang mampu yang memiliki keterbatasan sehingga tidak bisa secara mandiri menangani perkara hukum.

“Untuk pengawalan harus dari Pemkab, ini sebuah keharusan. Dan harus mengawal hingga korban dapat kejelasan nasibnya, ” Kata Warsiti.

Baca Juga :   Hasil Tes Swab di Indonesia Berbeda dengan Negara Tujuan, Ini Kata Dinkes Pati

Hingga kini kasus pemerkosaan tersebut masih bergulir. Belum lama ini keluarga korban kembali mendatangi Kantor Polres Pati untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka lantaran masih dalam ranah penyelidikan. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Komentar

Berita Terkait