oleh

Ganjar Ingatkan Pemda Selalu Input Data Vaksinasi Guna Hindari Kasus Vaksin Kedaluwarsa

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo megingatkan pemerintah daerah untuk selalu menginput data vaksinasi Covid-19 ke aplikasi Smile, guna menghindari kasus vaksin kedaluwarsa.

Sebagaimana yang ditemukan beberapa waktu lalu, terdapat ribuan stok vaksin kedaluwarsa.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, banyak stok vaksin di daerah yang kedaluwarsa pada Kamis (13/1/2022). Namun setelah diklarifikasi, jumlahnya berkurang banyak karena sebenarnya sudah disuntikkan.

“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan ke aplikasi smile, jadi sebenarnya sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. Maka kami minta per hari ini semua diklarifikasi semua, ini sudah habis benar atau belum tercatat,” ujarnya.

Stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, kata Ganjar sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayakan vaksin tersebut.

Baca Juga :   Dari Segi Penanganan Kesehatan, PPKM di Jateng Menunjukkan Hasil Positif

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita minta ke BPOM apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan apakah masih ada jeda,” katanya.

Ganjar mengatakan, jika BPOM menyebut stok tersebut masih bisa digunakan maka akan digunakan untuk vaksinasi booster yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda kita manfaatkan, toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi smile. Apalagi menurut catatannya, terdapat vaksin yang akan kedaluwarsa pada 15 dan 30 Januari.

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi, kalau tidak, jangan-jangan ada problem input data,” katanya.

Baca Juga :   Pemprov Jateng Kembali Gelar UKM Virtual Expo 2021

Hingga 13 Januari kemarin, Ganjar membeberkan sebanyak 4.350 di delapan daerah yang kedaluwarsa. Rinciannya di Brebes 120 dosis, Jepara 10 dosis, Klaten 20 dosis, Magelang 350 dosis, Pemalang 2.270 dosis, Purworejo 1.290, Tegal 40 dosis, dan Salatiga 250 dosis.

“Ini sudah ada yang konfirmasi umpama yang Purworejo, fisiknya sudah selesai tapi update di Smile belum. Saya minta ditanyakan satu-satu. Jangan sampai banyak-banyak yang kedaluwarsa, jangan sampai puluhan ribu,” tegasnya.

Terkait vaksin booster, Ganjar mengatakan saat ini baru Kota Semarang yang sudah melaksanakan. Pemprov Jateng, lanjut Ganjar konsentrasinya kepada lansia dan komorbid. Sejalan dengan itu, persiapan untuk vaksinasi booster dilakukan.

“Kita siap-siap aja maka kalau tadi yang belum terserap dan masih bagus itu bisa dipakai untuk boosting. Kan kaya Moderna, Johnson & Johnson, Astrazeneca yang Tokyo waktu itu banyak yang milih-milih, maunya Sinovac. Ini yang ada kalau sudah diizinkan, suntikkan saja semuanya,” tandasnya. (*)

Baca Juga :   147 Rumah Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak, Ratusan Warga Turut Diungsikan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar