Jokowi: Indonesia Berpotensi Besar Lakukan Hilirisasi Industri

Bintan, Mitrapost.com – Pada kunjungannya di Kabupaten Muara Enim beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya meletakkan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).

Dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Presiden Jokowi mengungkap jika Indonesia memiliki potensi besar lakukan hilirisasi industri.

Baginya, hilirisasi industri akan memberi banyak keuntungan bagi negara seperti pajak pribadi maupun perusahaan. Di samping itu, langkah ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita punya bahan baku banyak sekali, gede sekali, kita malah impor elpiji Rp80-an triliun setiap tahun. Terlalu nyaman kita ini, terlalu enak kita ini,” ucapnya.

“Yang paling penting membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, bisa 7 ribu, kemarin di Konawe 27 ribu, di Morowali 45 ribu, ini yang dibutuhkan rakyat,” imbuh Jokowi.

Pemerintah tetap menghentikan ekspor mineral batu bara (minerba) dalam bentuk bahan mentah.

“Dengan risiko apapun satu persatu akan saya setop. Nikel ore setop ini kita digugat oleh WTO, silakan gugat. Nanti setop bauksit, setop, mesti ada yang gugat lagi silakan gugat enggak apa-apa kita hadapi,” ujar Jokowi.

Dalam agenda lanjutan, Jokowi bersama jajarannya meluncurkan pelepasan ekspor perdana tahun 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/01/2022).

Ia mengapresiasi perusahaan yang telah berani melakukan hilirisasi industri bahan mineral dan tambang.

“Saya terima kasih ada perusahaan-perusahaan seberani ini membangun dengan investasi tentu saja dengan risiko-risiko yang ada. Kita harapkan semua bahan mentah kita olah sendiri di Tanah Air,” ujarnya.

Jokowi pun mendorong agar perusahaan-perusahaan dapat melakukan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi sehingga meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut.

“Ini harganya harga bahan mentah. Seperti tadi disampaikan oleh Pak Airlangga Hartarto, harusnya bisa 15 kali lipat hanya dijual 30 tadi. Padahal kalau menjadi barang jadi bisa 700. Ini enggak bisa diterus-teruskan,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati