oleh

Meski Sudah Digelar 100 Persen, PTM di Kota Pekalongan Wajib Terapkan Prokes Ketat

Pekalongan, Mitrapost.com – Pemerintah kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan telah menetapkan digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Namun, meski sudah diperbolehkan untuk menggelar PTM 100 persen dan terdapat pelonggaran di tengah pandemi Covid-19, namun penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat masih diwajibkan.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengungkapkan bahwa, kendati saat ini Kota Pekalongan sudah kembali menerapkan PTM 100 persen di semua satuan jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMP dibawah kewenangan Dindik setempat, namun pelaksanaannya masih mengharuskan siswa maupun warga sekolah mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Diakui Hakim, pada saat bencana banjir rob melanda Kota Pekalongan, beberapa sekolah yang terdampak sempat mengusulkan untuk menerapkan pembelajaran secara daring.

Baca Juga :   Solo Targetkan Bebas Pemukiman Kumuh Tahun 2022

“Sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekalongan yang terbaru dan sudah kami sampaikan ke satuan pendidikan dibawah kewenangan kami mulai dari jenjang PAUD hingga SMP di Kota Pekalongan memang sudah diperbolehkan menerapkan PTM 100 Persen, namun protokol kesehatan (prokes) secara ketat tetap perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan mengingat selain virus Covid-19 itu masih ada, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus lain,” tutur Hakim, belum lama ini.

Hakim menambahkan, meski kasus Covid-19 mulai menunjukkan penurunan secara signifikan, namun muncul wabah mulut dan kuku (PMK). Meski dinilai tidak menular ke manusia, namun upaya antisipasi harus tetap dilakukan.

“Namun, manakala dampak banjir rob sudah selesai, harapannya bisa kembali ke luring (tatap muka) 100 persen. Tentunya, kita perlu mencermati tentang disiplin prokes secara ketat, karena jika kita melihat di beberapa media, sekarang ini bermunculan macam-macam penyakit baru yang menular dari manusia bahkan hewan, seperti PMK, ada yang bilang tidak menular ke manusia, ada juga yang mengatakan bisa menularkan ke manusia, sehingga kita semua harus hati-hati dan waspada dengan senantiasa menerapkan prokes di kehidupan sehari-hari untuk antisipasi,” tandasnya. (*)

Baca Juga :   Pria di Klaten Lecehkan Biduan Saat Manggung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral