oleh

Warga Desa di Batang Manfaatkan Biogas Sebagai Energi Alternatif

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Batang, Mitrapost.com – Warga desa di kabupaten Batang memanfaatkan Biogas sebagai energi alternatif.

Biogas merupakan energi yang dihasilkan dari limbah organik yang berasal dari kotoran ternak.

Pemanfaatan energi ini salah satunya seperti yang diterapkan oleh warga desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

“Awalnya, pihak desa mengajukan bantuan untuk kelompok ternak sapi di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tapi justru ditawari program biogas yang berada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng,” kata Kepala Desa Wonokerso Muhamidin (51) saat ditemui di Kantor Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (25/6/2022).

Program tersebut sudah diajukan sejak tahun 2020, akan tetapi baru terlaksana pada 2022 karena Pandemi Covid-19. Alasan desanya terpilih karena banyak warga yang beternak sapi. Terdapat sekitar 25 peternak sapi yang ada di Desa Wonokerso.

Baca Juga :   Inilah Sejumlah Agenda Presiden Jokowi dan Ibu Negara, dari Batang Hingga ke Kendari

“Program biogas baru berjalan April 2022. Pemanfaatan baru efektif setelah lebaran lalu yang berasal dari bantuan program Biogas Swakelola dengan total anggaran Rp165.000.000,00 pada tahun 2021 sebanyak 6 unit untuk 4 desa dan pada tahun 2022 pengajuan kembali sebanyak 15 unit untuk 3 desa dengan total anggaran Rp324.000.000,00,” jelasnya.

Sebelumnya, Biogas yang ia gagas ini, terdapat penolakan oleh masyarakat khususnya yang mempunyai ternak sapi. Mereka merasa biogas akan merugikannya, karena mengambil kotoran sapi yang biasanya menghasilkan pupuk kandang.

Tetapi, lanjut dia, setelah adanya sosialisasi dari pihak desa, akhirnya mendapatkan respon yang bagus dari masyarakat. Bahwa adanya biogas di desa akan memberikan tiga manfaat, sekaligus dari kotoran sapi yang tidak hanya menjadi pupuk kandang saja.

Baca Juga :   Pemkot Tegal Bentuk Satgas Covid-19 Pelajar

“Namun biogas sendiri dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber alternatif untuk memasak. Selain itu, biogas dapat juga menghasilkan pupuk cair dan pupuk kandang yang bisa menghasilkan nilai ekonomis,” ungkapnya.

Selain itu, Biogas juga memberikan kebersihan pada lingkungan sekitar dari bau, serangga, dan petogen yang berasal dari timbunan kotoran sapi yang tadinya dibiarkan.

“Proses penguraian kotoran sapi menjadi gas dinamakan anaerobik digester yang dimaksud teknologi yang memanfaatkan proses biologis dimana bahan organik oleh mikroorganisme anaerobik terurai dalam ketiadaan oksigen terlarut atau di ruang kedap udara. Komponen utama dari energi biogas ini adalah gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2),” terangnya.

Kedua gas tersebut dapat dibakar atau dioksidasi dan melepas energi, sehingga energi tersebutlah yang dapat dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, besarnya komponen gas tersebut tergantung pada proses anaerobik dan komposisi dari bahan dasar pembuatan energi biogas. Semakin besar kandungan metana dari energi biogas, maka akan semakin besar juga energi yang bisa dihasilkan dari biogas tersebut.

Baca Juga :   Arus Mudik di Temanggung Diperkirakan Akan Membeludak

“Untuk biaya pembuatan per unit biogas bisa bervariasi tergantung ukuran yang dibuat. Untuk ukuran biogas antara 6 m3 atau kubik hingga 100 m3 atau kubik memerlukan biaya sebesar Rp18.000.000,00 sampai Rp200.000.000,00,” ujar dia.

Sebagai informasi, ukuran biogas untuk satu rumah tangga memakai ukuran 6 m3 atau kubik hingga 8 m3 atau kubik yang setara dua ekor sapi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar