Pati, Mitrapost.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyebutkan areal tambak garam di Kabupaten hanya ada di empat Kecamatan saja.
Pasalnya, di luar empat Kecamatan tersebut tidak sesuai dengan kondisi tanahnya. Dimana porositasnya tinggi, sampai tanahnya berpasir.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) DKP Kabupaten Pati, Ari Wibowo. Ia mengatakan, setidaknya ada empat Kecamatan dengan 21 desa di Pati yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani garam.
“Empat Kecamatan tersebut tersebar di Kecamatan Batangan, Kecamatan Juwana, Kecamatan Wedarijaksa dan sedikit di Kecamatan Trangkil,” ujarnya belum lama ini.
Ia menambahkan, untuk luas lahan tambak garam di Kabupaten Pati mencapai 29.016.300 m². Hingga pada tahun 2021, Pati mampu menghasilkan 98.212 ton garam. Capaian ini dikatakannya masih jauh dari targetnya, yakni 250.000 ton.
“Tahun 2021 lalu kita terkendala musim atau cuaca. Tahun 2022 ini kita targetkan sebanyak 174.000 ton. Karena di tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin yakni terkendala musim atau cuaca,” jelasnya.
Walaupun produksi garam berkurang, lanjut dia, Kabupaten Pati masih menjadi wilayah penghasil garam terbesar di Jawa Tengah. Bahkan, di Tahun 2021, Pati berada di posisi empat se-Indonesia.
Lebih lanjut, produktivitas garam di Kabupaten Pati terbanyak di tahun 2015 yakni 381.704 ton. Kemudian di tahun 2019, produksi garam mencapai 350.761 ton.
“Semoga tahun depan, bisa produksi garam seperti tahun 2015 dan 2019 serta didukung dengan cuaca yang bagus,” tegas Ari Wibowo. (*)

Wartawan Mitrapost.com


