oleh

Sempat Alami Penolakan, Bupati Rembang Ungkap Relokasi Pasar Kota Rembang Nantinya akan Lebih Efisien

Rembang, Mitrapost.com – Rencana Relokasi Pasar Kota Rembang tahun 2023 sempat mengalami penolakan dari Paguyuban beberapa waktu lalu. Sehingga Bupati Rembang Abdul Hafidz menanggapi  bahwa Pasar Kota Rembang sudah menjadi skala Pemerintah Pusat dalam Peraturan Presiden (Perpers) nomor 79 untuk percepatan ekonomi di Kabupaten Rembang.

“Pemerintah Pusat sudah siap untuk memback up. Secara administratif sudah lengkap mulai study, perencanaan DID semua sudah,” kata Hafidz saat ditemui Mitrapost.com Kamis (29/9/2022).

Sementara Bupati Rembang mengungkapkan hanya ada beberapa orang yang kurang setuju diadakannya relokasi pasar Kota Rembang.

Pihaknya telah melakukan beberapa komunikasi dengan Paguyuban untuk saling sepakat pemindahan Pasar Kota Rembang.

Baca Juga :   Pelebaran Akses Jalan Menuju Pasar Rembang Terus Dievaluasi

“Kita ajak komunikasi terus beberapa kali Pak Wabup sudah, Kepala Dinas , berikan masukan. Kalau masih ngotot ya tidak punya. Ya sudah. Yang tidak setuju pemindahan pasar itu hanya segelintir orang saja. Mayoritas 1000 lebih siap pindah itu ada tanda tangan dan fotonya tidak ada paksaan terutama paguyuban,” terang Hafidz.

Dia menjelaskan sebab pemindahan Pasar Kota Rembang dikarenakan adanya penataan Kota Rembang, dan juga Pasar Kota Rembang lama ini dilihat kurang efisien.

Sebelumnya Pasar Kota Rembang hanya bisa menampung 1600 pedagang. Dengan banyaknya pedagang pasar yang berada di sekitar jalan pasar menyebabkan kemacetan, akibatnya tidak kondusif kegiatan perdagangan.

Sehingga relokasi Pasar Kota Rembang ini yang akan direncanakan tahun 2023 dapat menjadikan Pasar Rembang lebih nyaman, tertata dengan fasilitas baru.

Baca Juga :   Video : Relokasi Pasar Rembang, Pedagang Tak Ditarik Biaya

Nantinya dengan rencana relokasi Pasar Kota Rembang bisa menampung 2100 pedagang. Pasar Kota Rembang baru nanti akan menambah kios, los dan lesehan.

Lebih lanjut Pasar Kota Rembang baru akan didesain semi modern dan letaknya berada 50 meter dari jalan. Sistem perdagangan diberlakukan dengan sistem zonasi berdasarkan jenis dagangan.

“Sistem di dalam dagang itu kita akan berlakukan zonasi jenis dagangan. Ikan sama ikan, bumbu sama bumbu, sejenis biar masyarakat pembeli ini nyaman biar mudah diakses tujuannya dari rumah. Coba seperti ini semrawut mau beli ikan tempatnya dengan pedagang bumbu kadang dekat dengan pakaian jadi gak nyaman,” tandasnya. (*)