Evaluasi Smartcity, Sektor Pertanian Jadi PR Pemkab Pati

Pati, Mitrapost.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui para evaluator dan akademisi telah melaksanakan evaluasi smartcity dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati beberapa hari yang lalu.

Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Pati mempunyai pekerjaan rumah (PR) dari aspek pertanian. Pasalnya, nilai asesmen dari aspek pertanian relatif rendah dibandingkan dengan aspek yang lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto mengatakan bahwa memang kondisi saat ini kenyataannya seperti itu. Sebab, kebanyakan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian rata-rata belum tersentuh oleh teknologi.

“Kebanyakan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian rata-rata belum tersentuh oleh teknologi. Kaitannya dengan usia yang memang relatif diatas 50-an tahun. Sehingga mereka tidak familiar dengan gadget,” ucapnya kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya, Senin (10/10/2022).

Selain faktor usia, lanjut dia, sentuhan-sentuhan teknologi dalam bidang pertanian juga masih sangat terbatas. Dimana, ada kegiatan-kegiatan yang di lapangan sulit disentuh teknologi.

“Contohnya, dalam proses pemupukan itu masih banyak yang menggunakan manual. Kemudian untuk merawat dan sebagainya itu masih sulit untuk didekati teknologi dan informasi. Berbeda dengan kegiatan barang dan jasa, kegiatan yang terkait dengan santunan masyarakat miskin, kegiatan pelelangan ikan. Itu bisa lah disentuh teknologi,” sambungnya.

Diskominfo Kabupaten Pati mengakui bahwa aspek pertanian masih tertinggal pendekatan smartcity-nya dibandingkan aspek yang lainnya. Menurutnya, pihaknya nanti akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian (Dispertan) selaku pihak yang membidangi taktis.

“Kalau memang hal ini menjadi salah satu titik perhatian dari asesor. Kami akan mencoba berkoordinasi, kira-kira adakah pendekatan atau terobosan atau inovasi dari Dispertan untuk mengangkat aspek ini,” jelas Ratri Wijayanto.

Dari evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, aspek pertanian mendapatkan nilai 2,9. Sedangkan aspek yang lainnya rata-rata mendapatkan nilai 3.

“Pemerintahan mendapatkan nilai 3, kemudian branding juga 3. Ada yang diatas 3, ada yang 3. Rata-rata 3. Paling tinggi yang mendapatkan nilai yakni smart living 3,65,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Diskominfo Kabupaten Pati akan mensupport terhadap inovasi yang ada di instasi. Artinya, aplikasi yang seandainya nanti dikeluarkan dan diaplikasikan itu harus ada unsur keamanannya, mudah diterima dan tidak bersinggungan dengan aplikasi yang lain.

“Itu merupakan peraturan dari menteri Kominfo. Kita selaku penanggung jawab dari sektor penyelarasan aplikasi yang ada di daerah,” ucap Ratri Wijayanto. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati