Pati, Mitrapost.com – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih santer menjadi pembicaraan publik. Kenaikan BBM tidak hanya memberatkan rakyat, namun diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara dan daerah.
Ketua Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin menantikan dana bagi hasil dari pemerintah Pusat akibat kenaikan BBM yang terjadi beberapa bulan lalu.
Perlu diketahui, Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah, berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA) sektor Minyak Bumi dan Gas Bumi dilaksanakan berdasar Undang-Undang No.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Diakui Ali, ia belum mengetahui berapa besaran dan bagi hasil yang akan diterima Kabupaten Pati akibat kebijakan naik BBM ini.
“Dana bagi hasil BBM belum tahu. Belum menerima laporan BPKAD yang mengomandani ketua TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) Kita tunggu di pengelolanya BPKAD (Badan Mengerikan Keuangan dan Aset Daerah),” ujar Ali Badrudin saat diwawancara Mitrapost.com di kantor DPRD Kabupaten Pati.
Untuk diketahui, kenaikan untuk semua jenis BBM pertalite dan solar terjadi di Sabtu 4 September 2022 pukul 13.30 WIB lalu.
Adapun perubahan harga yang terjadi, untuk BBM jenis pertalite, dari harga Rp7.650 menjadi Rp.10.000.- atau naik Rp2.350 per liter, sementara solar mulanya Rp5.150 menjadi menjadi R 6.800 naik Rp1.650,- per liter dan Pertamax mulanyaRp12.500 naik menjadi Rp14.500/liter naik Rp2.000 per liter.
Setidaknya, ada dua alasan yang menyebabkan BBM subsidi jenis pertalite dan solar dinaikkan oleh pemerintah.
Diantaranya, anggaran subsidi dan kompensasi BBM 2022 telah semakin tinggi tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan akan meningkat terus setiap tahunnya.
Alasan kedua, lebih dari 70% subsidi, dinilai dinikmati grup rakyat mampu, yaitu pemilik kendaraan beroda empat langsung. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






