Anggota DPRD Pati Soroti Kondisi Drainase di Kaki Kendeng

Pati, Mitrapost.com – Pasca kejadian banjir di Pati selatan, Warsiti Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari fraksi NKRI mengingatkan Pemerintah Kabupaten setempat untuk meningkatkan normalisasi drainase.

“(banjir) tidak (bisa langsung) hilang, ini tidak mungkin, tapi paling tidak bisa diminimalisir. saya menghimbau sekali Pemkab ini nanti berpikir ke arah cukup tanggap akan hal semacam ini. saya rasa drainase yang ada di sekitar dibawah kendeng kurang memadai sehingga hasilnya banjir,” ujar Warsiti dalam sebuah wawancara dengan Mitrapost.com.

Anggota Dewan dari Dapil V (Gabus, Kayen, Sukolilo, Tambakromo) itu menyebutkan, tidak hanya hutan yang gundul yang menjadi penyebab utama banjir.

Namun, tidak optimalnya drainase di kecamatan juga perlu diperhatikan. Di mana selama ini air hujan tidak bisa mengalir ke anak-anak sungai karena tidak didukung dengan drainase yang memadai.

Baca Juga :   DPRD Pati Doakan Cabor Sepak Bola Torehkan Prestasi

Meski demikian, Politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu juga menyadari bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat, namun butuh waktu bertahun-tahun.

Ia pun meminta Pemkab tidak berhenti memikirkan penanganan jangka panjang bencana banjir bandang dan banjir genangan, ketimbang terus memberikan bantuan sosial.

“Ini imbauan saya kepada Pemkab, jangan banyak turun personelnya ke bawah ketika ada banjir, akan tetapi juga berpikir bagaimana berpartisipasi memberikan suatu terobosan biar banjir-banjir ini berhenti,” tegasnya.

Kejadian banjir di Kabupaten Pati terakhir terjadi pada 31 Desember 2022. Terpantau hingga Pekan keempat bulan Januari 2023, banjir sebagian besar sudah surut. Meski masih ada belasan desa yang masih terdapat sedikit genangan air.

Baca Juga :   Perselingkuhan Menjadi Motif Utama Pembuangan Bayi di Pucakwangi

Dari laporan Badan Penanggulangan Bendana Daerah, tercatat per Kamis (19/1) beberapa kecamatan masih ada sedikit genangan air antara 10-150 cm, umumnya di desa-desa yang terletak di pinggir sungai Silugonggo diantaranya di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan, dan Juwana. (adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral