Mitrapost.com – Pengamat politik, Adi Prayitno mengungkapkan bahwa Surya Paloh sumringah (bahagia) setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno tersebut menilai adanya perkelahian di belakang panggung terkait dengan pencapresan Anies Baswedan.
“Demokrat tahu persis Anies ini tak mungkin bisa maju tanpa Partai Demokrat, Anies ini tak ada gunanya elektabiltas sampai langit ke delapan dan ke tujuh kalau kurang Partai Demokrat, ini sebenarnya perkelahian-perkelahian di belakang panggung yang ditutup tutupi oleh para politisi ini. Makanya saya selalu bilang boleh 20%, boleh deklarasi, boleh PKS dan Demokrat sudah sepakat, tapi apa setelah itu?” kata Adi dalam diskusi Adu Perspektif seperti disiarkan detikcom, Rabu (1/2/2023).
Ia menyatakan manuver Surya Paloh Ngeri-ngeri sedep saat bertemu dengan Jokowi. Namun, dalam hal ini, Paloh menyatakan pihaknya mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.
“Kalau betul sebelum Ramadan ketiga partai ini deklaratif sama-sama Anies sebagai capres, itu mantap, tinggal iman politiknya bisa sampai Oktober atau tidak. Karena manuver-manuver NasDem belakangan ini ngeri-ngeri sedap, setelah ketemu Jokowi, setelah bertemu Airlangga Hartarto, wajah NasDem begitu semringah tetap menyatakan diri sebagai bagian istiqomah, konsisten yang tetap solid jadi bagian dari poros perubahannya Jokowi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Adi menilai Nasdem tidak mungkin meninggalkan koalisi PKS dan Demokrat.
“Itu jadi intimidasi politk bagi Demokrat dan PKS kalau tak buru-buru deklarasikan dukungan politik ke Anies Baswedan. Bukan tidak mungkin NasDem akan tinggalkan Demokrat dan PKS kalau mereka masih terus-menerus jual mahal,” kata dia. (*)
Redaksi Mitrapost.com






