Mitrapost.com – Terungkap tersangka utama pembunuhan seorang wanita lanjut usia di Kabupaten Boyolali, Aminah (57), menggunakan sate beracun. Aksi tersebut diduga diotaki oleh menantu korban sendiri, yakni PW, akibat dendam pribadi.
Menurut Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, PW sudah mengakui bahwa dirinya yang membeli sate, kemudian mencampur makanan tersebut dengan racun tikus. Setelahnya, ia baru mengirimkannya kepada korban lewat ojek online.
“Diakui oleh terduga pelaku bahwa terduga pelaku membeli sate tersebut kemudian mencampur racun tikus yang pelaku beli ke dalam sate tersebut,” kata Indra, Senin (8/6/2026), dikutip Detik.
Adapun alasan pelaku melakukan aksi kriminal tersebut lantaran mengaku sakit hati terhadap korban yang merupakan ibu mertuannya. Menurutnya, korban sering memojokkan dirinya karena belum bekerja.
“Tersangka melakukan hal tersebut, dikarenakan tersangka ini merasa sakit hati dikarenakan sering tidak dianggap, dikarenakan tersangka ini memang tidak bekerja. Kemudian juga merasa sering dipojokkan ataupun tidak dianggap oleh almarhum tersebut,” terang dia.
“Sehingga timbul sakit hati dari tersangka tersebut yang akhirnya memuncak, sehingga memunculkan niat tersangka ini untuk merencanakan, melakukan dugaan pembunuhan tersebut,” imbuh Indra.
Diberitakan sebelumnya, kasus berawal saat korban A ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi. Menurut keterangan keluarga, korban menerima kiriman sate ayam yang diantar menggunakan jasa ojek online (ojol) pada Senin (18/5/2026) sore.
Awalnya, keluarga tidak mencium keanehan dari kematian korban, sehingga jasadnya dimakamkan seperti biasa tanpa autopsi. Beberapa hari kemudian, keluarga mendapat informasi bahwa ada lima ekor ayam mati setelah memakan sisa sate yang sama.
“Karena awalnya tidak mencurigai ataupun tidak ada indikasi terkait dengan penyebab yang hal lain-lain terkait kematiannya. Dikebumikanlah seperti biasa,” terang Indra, Minggu (31/5/2025).
“Nah, setelah satu minggu dikuburkannya itu, anak korban yang meninggal ini mendapatkan informasi dan mencurigai ada kejanggalan. Akhirnya barulah datang ke Polres melaporkan terkait hal itu,” lanjut dia.
Kejanggalan tersebut kemudian dilaporkan ke polisi, lalu diputuskan untuk ekshumasi. Selain membongkar makam korban, pihaknya juga memeriksa barang bukti berupa bangkai ayam di laboratorium forensic.
“Iya, (barang bukti bangkai ayam mati) itu pun salah satu yang kemarin diserahkan ke kita (Polres Boyolali), Itu pun masih dalam proses pemeriksaan bangkai ayamnya. Karena kita juga tidak tahu, bisa saja ayam itu sudah makan di mana, kemudian makan itu,” kata Kapolres. (*)

Redaksi Mitrapost.com






