Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah membentuk tim pengendali inflasi daerah guna menjaga harga dan stok kebutuhan pangan. Hal ini menjadi perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso.
Oleh karena itu, Ia berharap tim pengendali inflasi daerah bisa mengendalikan harga Kebutuhan pangan. Sehingga Narso mendorong Bulog, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dispdagperin) serta Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) rutin menggelar operasi pasar di setiap kecamatan.
“Saya harap tim pengendali inflasi daerah bisa untuk mengendalikan harga, khususnya beras. Jadi tidak hanya dari Bulog, teman-teman Disdagperin serta Disketapang juga bisa mengakomodir dengan operasi pasar,” ucapnya.
Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi daerah adalah masuknya beras impor ke pasaran. Dengan adanya itu, ia khawatir distribusi beras impor dapat merusak harga gabah maupun beras lokal.
“Kemarin memang ada impor beras, tetapi kami tidak tahu apakah masuk ke Bulog atau tidak. Yang penting Pemkab Pati harus siap,” jelasnya kepada mitrapost.com belum lama ini.
Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai sejauh ini kondisi pangan di Kabupaten Pati masih cukup baik dan terkendali. Meski begitu, ia berharap Pemkab tidak boleh lengah dalam memantau kestabilan pangan.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras Indonesia masih berlanjut di bulan Februari 2023. Impor beras pada bulan kedua tahun ini mencapai 212,71 juta Kg. Impor tersebut datang dari 3 negara, yakni dari Thailand, Vietnam, dan India. (adv)

Wartawan Mitrapost.com






