Mitrapost.com – Rasulullah SAW menganjurkan umatnya melakukan puasa sunnah pada awal bulan Rajab (1 Rajab 1445H) yang dimulai pada hari Sabtu, tanggal 13 Januari 2024 hingga 10 hari ke depan.
Hal ini sesuai dengan hadits Al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya.”
Puasa Rajab juga menjadi kebiasaan Rasulullah, seperti yang dinarasikan oleh Uthman bin Hakim yang bertanya pada Sa’id bin Jubair tentang puasa selama Rajab. Sa’id bin Jubair kemudian mengatakan bahwa ‘Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah berpuasa selama beberapa hari di bulan tersebut.
“’Ibnu ‘Abbas berkata Rasulullah SAW biasa berpuasa selama beberapa hari hingga kami berpikir dia tidak akan berhenti, dan dia tidak berpuasa selama beberapa hari hingga kami berpikir dia tidak akan berpuasa,” (HR Abu Daud)
Puasa Rajab sendiri merupakan puasa sunah, seperti puasa Senin Kamis dan puasa Ayyamul Bidh. Adapun bacaan doa berbuka puasa Rajab adalah sebagai berikut. Doa ini diamalkan agar Allah SWT memberikan pahala dan keberkahan kepada umat muslim yang menjalankan puasa Rajab.
اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu. Dzahabazh-zhama-u wab-tallatil ‘uruuqu watsabatal ajru insyaa-allaah.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala, insyaAllah.” (*)
Redaksi Mitrapost.com





