Pati, Mitrapost.com – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santoso mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Bumi Mina Tani.
Hal ini dilakukan agar IKM di Kabupaten Pati terus berkembang. Akan tetapi, upaya tersebut belum bisa maksimal karena anggaran yang terbatas.
“Industri rokok kita rutin lakukan pendampingan, seperti pelatihan melalui dana DBHCT. Juga kita ajak studi banding,” katanya kepada Mitrapost.com saat dikonfirmasi, Selasa (23/1/2024).
Menurutnya, saat pandemi Covid-19 jumlah IKM di Kabupaten Pati sempat mengalami penurunan, karena permintaan barang di pasar tidak banyak. Beberapa di antaranya juga harus gulung tikar.
Ia menambahkan, jenis industri kecil yang mengalami kenaikan setelah pandemi mereda adalah makanan ringan. Sedangkan untuk yang lainnya, jelasnya, cenderung stagnan.
“Makanan ringan agak sedikit meningkat. Yang lainnya naik turun. Karena sekarang yang serba praktis kan sudah meningkat, makanan olahan-olahan itu,” tuturnya.
Selain itu, industri olahan makanan lebih mudah mendapatkan keuntungan, sehingga makin banyak masyarakat yang menggelutinya.
Hadi menjelaskan, sebetulnya ada banyak jenis IKM di Kabupaten Pati. Selain makanan ringan, juga ada olahan lainnya dan kerajinan seperti batik dan furniture.
“Perkembangannya beda-beda. Makanan cenderung naik. Olahan dari perikanan juga cenderung naik,” paparnya. (Emka)

Wartawan Mitrapost.com