Mitrapost.com – Pembangunan pelabuhan Kendal diharapkan dapat membuka peluang ekspor. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pun mendorong agar pembangunan bisa segera terselesaikan. Mengingat wewenang pembangunan ada di Pemerintah Pusat.
Sebab dengan adanya pelabuhan Kendal, maka investor pun diharapkan semakin banyak yang masuk.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan bahwa pelabuhan menjadi pintu strategis dalam meningkatkan perdagangan luar negeri di Jateng. Namun saat ini, pembangunan pelabuhan masih belum rampung.
“Selama ini, perdagangan di Jateng itu barangnya dari Jateng, tapi ke luar negerinya lewat Tanjung Perak, Tanjung Priok. Jadi, nilainya tidak masuk ke Jateng. Kalau keluarnya dari Pelabuhan Kendal, itu menjadi nilai produk Jateng. Ini baru kita kejar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Singapura terkait akan dibangunnya pelabuhan di Kendal. Namun terjadi kendala di Kawasan Industri Kendal.
“Kita sudah ada arah ke sana untuk pembangunan pelabuhan. Itu yang kita harapkan supaya peningkatan perdagangan di Jateng semakin terasa. Kalau keluarnya dari Pelabuhan Kendal, maka nilai perdagangnya akan di Jateng. Ini yang akan kita kejar,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Zulkfifli Hasan mengatakan bahwa perluasan perdagangan perlu dilakukan. Dan untuk mencapai itu, perlu ada dukungan dari berbagai pihak.
“Orang suruh berperan ke pasar yang luas, kalau sistemnya enggak ada ya enggak bisa. Saya minta itu menjadi fokus,” kata Zulkifli.
Apabila perdagangan dalam negeri bagus, maka ekonomi dapat tumbuh dan dapat memperkuat pasar ekspor. (*)
Redaksi Mitrapost.com






