Kekeringan Meluas, BPBD Pati Usulkan Kenaikan Status Tanggap Darurat Bencana

Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengusulkan status siaga bencana dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana. Pasalnya, kekeringan di Kabupaten Pati kian meluas.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati per Senin (14/09/2026), sebanyak 36 desa di 10 kecamatan mengalami kekeringan. Dari total desa itu, ada 14.410 jiwa terdampak kekurangan air bersih.

Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro mengatakan usulan kenaikan status tanggap darurat bencana itu dikarenakan luasan desa yang mengalami kekeringan telah sesuai dengan ketentuan.

“Untuk desa minimal itu 4 Kecamatan dan masing-masing Kecamatan itu 4 Desa. Kalau untuk lahannya keadaan darurat sekitar 1.200 lahan kekeringan (Pertanian),” ujar Suntoro.

Kenaikan status itu baru diusulkan kepada Sekda Kabupaten Pati. BPBD Pati berharap surat rekomendasi dari Sekda itu turun dan diberikan kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

“Bu Sekda untuk memberikan rekomendasi kepada Pak Plt Bupati untuk ditetapkan sebagai kondisi tanggap darurat bencana,” terang dia.

Suntoro menerangkan status tanggap darurat bencana ini bertujuan agar penanganan bisa dilakukan secara lintas sektoral.

“Dengan harapan apa, semua potensi cepat tertangani, bulan satu dua OPD yang jalan, tetapi semua lini berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, BPBD Pati juga telah melakukan pembahasan terhadap Biaya Tak Terduga (BTT). BTT itu untuk akomodasi truk tangki yang digunakan menyalurkan bantuan air bersih. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati